Home / Foto / Polda Sumsel Buru Pak Kumis, Bandar Besar Penyelundupan Narkoba di Bandara SMB II Palembang

Polda Sumsel Buru Pak Kumis, Bandar Besar Penyelundupan Narkoba di Bandara SMB II Palembang

Kapolda Sumsel saat menggelar ungkap kasus tersangka pengedar sabu dengan omzet miliaran rupiah. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pak Kumis yang merupakan bandar besar narkoba jaringan penyelundupan di Bandara SMB II Palembang kini diburu pihak kepolisian Direktorat Reserse Nakorba Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (17/5/2018) mengatakan, penangkapan jaringan penyelundupan narkoba di bandara yang diungkap Polda Sumsel belum selesai. Sebab masih ada bandar besar diatas tersangka M Nazwar alias Letto (26), Faiz Rahmana (21, Wahono (46), Ahmad Darsono (33) dan Wahyudi (26) yang telah ditangkap Polda Sumsel.

“Pengungkapan kasus jaringan pengedar yang menyelundupkan Narkoba di Bandara SMB II Palembang ini, sebenarnya belum selesai. Sebab, Polda Sumsel masih melakukan pengembangan untuk menangkap bandar besarnya dibalik tersangka Letto. Jadi masih ada tersangka lainnya di atas tersangka Letto yang belum tertangkap dan masih kami buru. Dari itu kasusnya masih kami kembangkan,” tegas Kapolda.

Sementara tersangka M Nazwar alias Letto mengatakan, jika sudah dua tahun lebih dirinya menjadi bandar sabu yang berperan memerintahkan jaringannya mengirimkan narkoba dari Surabaya untuk dibawa ke provinsi lainnya dengan transit di bandara di Palembang.

“Kalau pemilik asli semua narkoba yang saya edarkan yakni milik Pak Kumis (DPO). Tapi saya tidak tahu dia warga mana dan tinggal dimana, sebab selama ini kami tidak pernah bertemu dan hanya berkomunikasi melalui handphone saja,” jelasnya.

Diakui tersangka, selama dua tahun menjadi bandar sabu memang sudah banyak uang yang dihasilkannya dari bisnis narkoba.

“Yang uang Rp 6,5 miliar di buku tabungan bank itu memang milik saya dimana sebagaian uanganya hasil dari menjual narkoba. Selain itu 2 mobil dari 8 mobil yang disita oleh polisi juga milik saya, selebihnya merupakan kendaraan milik rekan saya yang juga sudah tertangkap yakni; Faiz Rahmana, Wahono, Ahmad Darsono dan Wahyudi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menyita 8 unit mobil, 7 motor gede (Moge) jenis sport dan sejumlah buku tabungan dengan total saldo mencapai miliaran rupiah dari lima tersangka bandar dan pengedar narkoba jaringan Surabaya, yang dalam melancarkan aksinya menyelundupkan narkoba melalui Bandara SMB II Palembang.

Adapun para tersangka tersebut yakni; M Nazwar alias Letto (26), warga Jalan Zainal Abisin No 08 RT 04 RW 02 Tambak Sumur Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Tersangka Letto ini merupakan bandar sabu.

Kemudian, Faiz Rahmana (21) warga Desa Pilo Kalimalang RT 02 RW 06 Kabupaten Jombang Jawa Timur, Wahono (46), warga Jalan Setaman No 44 Kabupaten Malang Jawa Timur, Ahmad Darsono (33) warga Jalan Arif Margono No 22 Malang Jawa Timur dan Wahyudi (26) warga Jalan Tanjung Putra Yuda No 2 Malang Jawa Timur. Dimana para tersangka ini merupakan pengedar sabu kaki tangan dari tersangka Letto.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, para tersangka itu ditangkap hasil pengembangan penemuan paket berisi sabu seberat 3 Kg lebih dan 4.950 butir ekstasi oleh petugas AVSEC Bandara SMB II pada Kamis 22 April 2018 lalu, dimana dari temuan itu awalnya ditangkap beberapa tersangka di Surabaya. Kamudian dikembangkan lagi hingga pada Sabtu malam 28 April 2018 anggota kepolisian melakukan penyergapan terhadap empat tersangka yang membawa sabu di bandara.

Dari penyergapan ini, tersangka Michael Ramon Rimbing (30), Jhonly Alvin Wowor (27) dan Erwin Oroh (26) ditembak mati. Kemudian tersangka Nurhadiansyah (27), warga Jalan Chairin Anwar Kelurahan Wua Wua Kecamatan Matawai Sulawesi Tenggara ditangkap dalam kondisi hidup.

“Dari semua runtutan ungkap kasus inilah kemudian dilakukan pengembangan kembali sehingga, Minggu (13/5/2018) polisi berhasil menangkap bandarnya yakni, tersangka Letto da empat kaki tangan tersangka yaitu, Faiz Rahmana, Wahono, Ahmad Darsono dan Wahyudi. Para tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda yakni di Jakarta, Surabaya, Malang, Tasikmalaya dan Ciamis,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, dari penangkapan tersangka Letto dan empat anak buah tersangka inilah pihaknya kemudian berkoordinasi dengan PPATK di Jakarta hingga kelima tersangka dikenakan pidana money laundry atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Bahkan dari para tersangka ini polisi juga menyita 8 unit mobil serta sejumlah buku tabungan yang jika ditotalkan uang saldonya mencapai miliaran rupiah.

Diungkapkan Kapolda, adapun 8 mobil yang disita tersebut yakni; mobil Mitsubishi Outlander Sport warna Putih dengan nopol L 1968 IJ, Sedan Honda City warna Silver BG 818 WL, Honda Jazz warna Hitam B 1956 NKF, Sedan Toyota Vios warna Silver B 8211 IL, Suzuki APV warna Hitam nopol D 1617, Toyota Avanza warna Silver B 1728 BX, Toyota Yaris warna Putih nopol L 1934 PD, serta Truk Mitsubishi Fuso 4x2L warna Orange B 9986 SDA.

Sedangkan untuk 7 Moge jenis sport yang turut disita dari para tersangka yakni; sepeda motor Kawazaki Ninja yang masing-masing memiliki Nopol L 4881 QX, W 5298 EU, L 2606 VB, W 2014 RF, B 4401 FP dan L 3399 HA, sedangkan satu Moge lagi tanpa memiliki Nopol.

“Nah, kalau untuk nominal buku tabungan bank para tersangka yang disita, terdiri dari; uang saldo dibuku tabungan tersangka Letto uang tabungannya mencapai Rp 6,5 miliar, sementara tersangka lainnya saldo uang tabungannya berjumlah puluhan hingga ratusan juta. Semua uang ini merupakan keuntungan yang diraup para tersangka dari binsis narkoba tersebut, termasuk mobil dan Moge yang kami sita juga dibeli mereka dari hasil menjual narkoba,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, dalam penangkapan para tersangka ini pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti e-KTP asli dengan identitas yang dipalsukan oleh para tersangka.

“Jadi para tersangka ini juga termasuk sindikat pemalsuan e-KTP. Terbukti dari puluhan e-KTP yang kami amankan saat dilakukan penangkapan para tersangka. Namun karena semua e-KTP ini berasal dari Provinsi Jatim maka saat ini untuk kasus pemalsuan KTP ini ditangani oleh Polda Jatim,” jelasnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kapolda Sumsel Menduga Karhutlah di OKI Sengaja Dibakar

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (19/7/2018) mengatakan, jika dirinya menduga kebakaran ...

error: Content is protected !!