Kamis , November 15 2018
Home / Headline / Polda Sumsel Geledah dan Segel Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya

Polda Sumsel Geledah dan Segel Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya

Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan 10 kios milik tersangka Faorita alias Rita di Jalan HBR Motik Palembang dipasang garis polisi usai dilakukan penggeledahan. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat (22/6/2018) menggeledah lalu menyegel dengan memasang garis polisi Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya yang berlokasi di Jalan HBR Motik KM 8 Komplek Green Tara Palembang.

Selain itu, 10 kios milik Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya yakni, tersangka Faorita alias Rita (47) yang berada di lokasi juga dipasang garis polisi. Penggeledahan dan penyegelen tersebut dilakukan polisi guna kepentingan penyidikan dalam dugaan kasus penipuan keberangkatan 1000 calon jamaah umroh dan haji.

Pantauan di lapangan, di kantor dan kios milik tersangka Rita juga tampak terpasang sejumlah tulisan pemberitahuan dari pihak kepolisian terkait penyegelan yang dilakukan. Adapun isi dari pemberitahuan tersebut yakni; gedung/bangunan dan barang yang terdapat di dalamnya dalam pengawasan penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan pidana pokok penipuan dan atau penggelapan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LBP/412/ V/2018/SPK T tanggal 18 Mei 2018 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.DIK/141/VI/2018 Ditreskrimum tanggal 22 Mei 2018.

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, penggeledahan di Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dilakukan pihaknya sejak pukul 09.00 WIB hingga siang hari. Dalam penggeledahan tersebut, semua barang-barang yang berada di dalam kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya diperiksa dan ada sejumlah berkas yang disita guna kepentingan penyidikan dalam dugaan kasus ini.

“Selain melakukan penggeledahan, kami juga menyegel dengan memasang garis polisi di kantor tersebut, termasuk di 10 kios milik tersangka Rita,” ungkapnya.

Masih dikatakan Suwandi, penyegelan kantor dan kios milik tersangka tersebut dilakukan juga terkait penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diterapkan kepada tersangka.

“Dalam dugaan kasus ini, tersangkanya dijerat dengan pidana penipuan dan penggelapan serta TPPU. Untuk itulah kami melakukan penyitaan terhadap aset milik tersangka,” tandasnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto membenarkan jika penyidik melakukan penggeledahan dan penyegelan terhadap kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya serta menyegel kantor tersebut serta sejumlah kios milik tersangka Rita.

“Penggeledahan dan penyegelan tersebut dilakukan penyidik pagi tadi (kemarin). Tujuannya untuk kepentingan penyidikan dalam dugaan kasus ini dengan tersangka Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6) menangkap Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya di rumah kontrakan di Kelurahan Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Jabar).

Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, dalam dugaan kasus ini ada 1000 calon jamaah umroh dan haji di Sumsel yang menjadi korban penipuan tersangka.

“1000 calon jamaah ini sudah menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji tahun 2018-2019 kepada tersangka dengan jumlah kerugian para korban mencapai Rp 20 miliar. Dari para korban tersebut, untuk keberangkat calon jamaah yang umroh dijanjikan tersangka berangkat bulan April 2018, akan tetapi para korban tak kunjung diberangkatkan sehingga korban membuat laporan ke Polda Sumsel. Seusai dilaporan, ternyata tersangka malahan menghilang hingga akhirnya tersangka ditangkap di Jabar,” ungkapnya.

Masih dikatakan Budi, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui jika tersangka Rita saat ini tidak lagi memiliki uang untuk memberangkatkan 1000 calon jamaah umroh dan haji ke tanah suci.

“Sebab untuk semua uang para korban digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi seperti membeli kios dan mobil. Dalam dugaan kasus ini adapun modus tersangka yakni menjanjikan korbannya berangkat umroh dan haji dengan biaya murah yakni, kisaran Rp 12 juta hingga Rp 18 juta perorang. Padahal biaya normal untuk berangkat umroh saja yang dikeluarkan oleh pemerintah perorangnya mencapai Rp 22 juta. Jadi, harga murah yang dijanjikan tersangka hanyalah modus saja,” jelasnya.

Lanjutnya, dalam dugaan kasus ini tersangka dijerat dengan pidana penipuan dan TPPU yang ancaman pidananya kurungan penjara 20 tahun.

Sementara tersangka Faorita alias Rita mengatakan, PT Hasanah Barokah Sriwijaya miliknya didirikan pada tahun 2012. Semenjak awal berdiri perusahaan tersebut hingga dugaan kasus ini terjadi, sudah 2000 calon jamaah mendaftarkan dan menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji.

“Dari 2000 jamaah tersebut, 1000 orang sudah diberangkatkan dan sekarang tinggal 1000 calon jamaah lagi yang belum diberangkatkan. Ini diarenakan adanya kesalahan dari management perusahaan yang saya pimpin sehingga saat ini saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, ia melarikan diri ke Jabar dari Palembang karena binggung tidak dapat memberangkatan para calon jamaah yang dijanjikannya berangkat pada tahun 2018 dan tahun 2019.

“Selain itu saya juga masih ada anak kecil yang masih sekolah di sana, makanya saya pindah ke Jabar,” ujar tersangka Rita. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Kembalikan Kerugian Negara Tidak Hapus Pidana Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Palembang, KoranSN Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Rabu (14/11/2018) mengungkapkan, salah ...

error: Content is protected !!