Sabtu , November 17 2018
Home / Headline / Polda Sumsel Ungkap Penyelundupan 9 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi

Polda Sumsel Ungkap Penyelundupan 9 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi

Kapolda Sumsel saat menujukkan barang bukti 9 Kg Sabu dan 15 butir ekstasi. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel berhasil mengungkap penyelundupan 9 Kg narkoba jenis sabu dan 15 butir ekstasi. Semua barang bukti ini diamankan dari lima tersangka yang ditangkap pihak kepolisian di lokasi berbeda.

Untuk 4 Kg sabu dan 15 ribu butir ekstasi diamankan dari tiga tersangka di kawasan luar Lapas Klas III Banyuasin. Adapun tiga tersangka tersebut yakni; Ryan Hidayat (26), warga Jalan Bukit Indah RT 15 RW 10 Pangkalan Balai Banyuasin yang merupakan oknum sipir di Lapas Klas III Banyuasin, dan tersangka Rimbo Lasmo alias Rimbo (40) serta tersangka Arman alias Aji (47), yang keduanya merupakan narapidana (Napi) di Lapas Klas III Banyuasin.

Sedangkan untuk 5 Kg sabu diamankan dari tangan tersangka Saeful Ridwan (51), warga Perum Bumi Melayu Asri Blok H 14 Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Jawa Barat dan Hermansyah (39), warga Jalan Yanya I Kelurahan Ule Madon Kecamatan Muara Batu Aceh. Kedua tersangka ini ditangkap
di Jalan Bypass Alang Alang Lebar Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (29/10/2018) mengatakan, barang bukti narkoba tersebut diamankan dari lima tersangka yang ditangkap pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2018 di lokasi yang berbeda.

“Para tersangka ini ditangkap di lokasi berbeda dan kasusnya tidak berkaitan. Dimana untuk kasus yang pertama, yakni kasus 4 Kg sabu dan 15 ribu butir ekstasi yang diamankan dari tersangka Ryan Hidayat selaku oknum sipir di Lapas Klas III Banyuasin, dan dua Napi Lapas Klas III Banyuasin yakni; Rimbo Lasmo alias Rimbo dan Arman alias Aji. Tentunya kami sangat menyangkan keterlibatan Ryan dalam kasus ini, karena walaupun Ryan sudah bekerja di Lapas sebagai sipir, namun yang bersangkutan ini belum menjadi PNS. Sebab, dia baru lulus CPNS tahun 2017 dan baru akan diangkat jadi PNS pada 1 Januari 2019 nanti. Dari itulah kami menyangkannya, sebab baru lulus jadi sipir saja dia sudah terlibat dalam peredaraan narkoba,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, dalam kasus ini tersangka Ryan, Rimbo dan Arman memiliki peran masing-masing. Dimana untuk tersangka Rimbo dan Arman berperan sebagai pengendali narkoba dari dalam Lapas. Sedangkan tersangka Ryan berperan sebagai kurir yang mengambil dan mengantarkan narkoba yang datang usai dipesan Rimbo dan Arman dari seorang bandar di Jambi.

“Jadi ketiga tersangka ini bekerja sama dalam mengedarkan narkoba. Bahkan dari pengakuan tersangka Ryan, diketahui jika tersangka sudah empat kali mengambil dan mengantarkan narkoba yang didatangkan tersangka Rimbo dan Arman,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, sementara untuk kasus yang kedua, yakni ungkap kasus dengan barang bukti 5 Kg sabu. Adapun tersangka yang ditangkap dalam kasus ini yakni; tersangka Saeful Ridwan dan Hermansyah.

“Kedua tersangka ini ditangkap saat tiba di Palembang dengan mambawa 5 Kg paket sabu yang dibungkus dalam kemasan teh cina. Hasil dari penyelidikan dan pemeriksaan diketahui jika sabu tersebut berasal dari Medan yang hendak diedarkan di wilayah Sumsel. Jadi jika barang bukti dari kedua kasus ini ditotalkan, maka jumlah keselurahan narkoba yang diamankan, yakni 9 Kg sabu dan 15 butir ekstasi,” ujarnya.

Lanjut Kapolda, dalam kasus ini para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dikarenakan jumlah barang buktinya banyak, maka sudah seharusnya berdasarkan undang-undang para tersangka ini dihukum dengan pidana mati,” tegas Kapolda.

Sementara tersangka Ryan Hidayat yang merupakan oknum sipir di Lapas Klas III Banyuasin mengatakan, jika sudah empat kali dirinya mengambil narkoba yang didatangkan oleh Napi Rimbo Lasmo dan Arman alias Aji dari Jambi.

“Awalnya Rimbo dan Arman menelphone bandar narkoba di Jambi dari dalam Lapas. Setelah itu, saya diminta untuk mengambil sabu tersebut dari seseorang di pinggiran jalan. Setelah itu, saya juga yang mengantarkan sabu itu kepada pemesannya yang juga janjian di pinggir jalan. Sudah empat kali hal ini saya lakukan. Saya mau karena Rimbo memberikan uang mulai dari Rp 2 juta, Rp 1,5 juta hingga Rp 1 juta setiap kali saya berhasil mengambil dan mengantarkan sabu itu,” ungkapnya.

Diakui tersangka Ryan jika dirinya memang merupakan sipir di Lapas Klas III Banyuasin.

“Sudah 8 bulan saya bekerja sebagai sipir di Lapas Klas III Banyuasin. Tapi status saya saat ini masih CPNS, sebab saya baru lulus seleksi tahun 2017 lalu hingga untuk penetapan PNS baru dilakukan 1 Januri 2019 mendatang,” katanya.

Sedangkan tersangka Rimbo Lasmo enggan berkomentar banyak. Namun dirinya mengaku, jika narkoba tersebut didatangkan dirinya bersama tersangka Arman alias Aji usai menelphone bandar narkoba di Jambi.

“Sabu dan ekstasi itu bukan milik saya, kami hanya mambantu mengedarkannya saja di Sumsel ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, tersangka Saeful Ridwan mengungkapkan, dirinya dan Hermansyah diamankan Polda Sumsel karena tertangkap saat sedang membawa 5 Kg sabu dari Medan.

“Baru kali ini kami membawa sabu itu dari Medan ke Palembang, kami melakukannya karena dijanjikan uang Rp 100 juta, apabila sabu tersebut sampai ke pemesannya. Akan tetapi, saat kami baru tiba di Palembang kami tertangkap polisi,” ungkap tersangka Saeful Ridwan.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hurry membenarkan jika ada seorang sipir yang merupakan CPNS kelulusan 2017 dan bertugas di Lapas Klas III Banyuasin ditangkap Polda Sumsel karena terlibat dalam kasus narkoba.

“Selain Ryan, polisi juga menangkap dua Napi yakni; Rimbo Lasmo alias Rimbo dan Arman alias Aji. Sedangkan terkait ditangkapnya Ryan yang saat ini statusnya CPNS, kami belum menerima surat penahanannya dari pihak kepolisian. Apabila surat penahanan sudah kami terima tentunya yang bersangkutan segera kami berhentikan. Sementara untuk dua Napi, yakni; Rimbo dan Arman keduanya segera kami pindahkan Lapas Narkotika Serong, hal ini dilakukan untuk memudahkan penanganan tindak lanjut kasusnya,” tandas Sudirman. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Bapak dan Anak Warga Lahat Ditemukan Tewas di Pertokoan Cibadak Jabar

Lahat, KoranSN Bapak dan anak yang keduanya warga RT 1 RW 2 Kelurahan Bandar Agung, ...

error: Content is protected !!