Home / Lacak / Polda Telusuri Aset Lainnya Milik Pasutri Penipuan Rp 19 Miliar

Polda Telusuri Aset Lainnya Milik Pasutri Penipuan Rp 19 Miliar

Tersangka Ade Okta Sahputra dan Gita Oktarani saat ditangkap di Batam. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo, Minggu (20/1/2019) mengatakan, Penyidik Subdit II Fismondev (Fiskal, Moneter dan Devisa) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel masih menelusuri aset lainnya milik pasangan suami-istri (Pasutri), Ade Okta Sahputra alias Dedek dan Gita Oktarani, yang keduanya merupakan tersangka kasus penipuan Rp 19 miliar.

Menurut Slamet, dalam kasus ini memang sebelumnya Polda Sumsel telah menyita sejumlah aset milik kedua tersangka, yang diantaranya; dua rumah mewah, Ruko dan kios di Pasar Talang Jambe. Akan tetapi, hingga kini penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mencari aset lainnya yang diperoleh kedua tersangka dari hasil penipuan tersebut.

“Jadi dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel masih melakukan proses sidik untuk pengembangan aset-aset lainnya milik kedua tersangka,” ungkapnya.

Masih dikatakan Slamet, jika dalam pengembangan penyelidikan tersebut ditemukan bukti kuat ada aset lainnya milik kedua tersangka, tentunya Polda Sumsel akan kembali melakukan penyitaan.

“Untuk itulah hingga kini kasus penipuan Rp 19 miliar tersebut masih terus dilakukan pengembangan. Bahkan kedua tersangka suami-istri tersebut masih ditahan di Polda Sumsel,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Slamet, dengan terungkapnya kasus ini, maka Polda Sumsel menghimbau jika ada warga lainnya yang menjadi korban penipuan kedua tersangka untuk segera membuat laporan ke Polda Sumsel.

“Selain itu kami juga menghimbau agar masyarakat kedepannya lebih berhati-hati dengan tidak percaya kepada orang yang menawarkan sesuatu dengan modus memberikan janji yang tidak jelas. Seperti dalam kasus ini, kedua tersangka menjanjikan korbannya berbisnis karet, namun setelah korban percaya dan menyerahkan uang kepada tersangka, ternyata tersangka kabur lalu menggunakan semua uang milik korban tersebut untuk keperluan pribadi. Dari itulah agar tidak menjadi korban penipuan, maka masyarakat diharapkan lebih waspada,” tandas Slamet.

Baca Juga :   Jadi Pengedar Narkoba, IRT di Muratara Ditangkap

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain menambahkan, dalam kasus ini diduga masih ada aset milik kedua tersangka yang belum disita oleh pihaknya. Untuk itulah, penyidik kini masih melakukan pengembangan dengan berkoordinasi kepada saksi ahli.

“Masih kami telusuri aset lainnya milik kedua tersangka ini. Setelah pasti, barulah dilakukan penyitaan, seperti penyitaan yang telah kami lakukan terhadap rumah dan ruko serta beberapa aset lain milik tersangka. Penyitaan dilakukan, karena dalam kasus ini kedua tersangka dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Subdit II Fismondev Polda Sumsel, Minggu kemarin (13/1/2019) melakukan penyitaan aset milik tersangka Ade Okta Sahputra alias Dedek dan Gita Oktarani yang merupakan pasangan suami-istri.

Adapun aset kedua tersangka yang disita yakni; Rumah mewah di Bukit Sangkal Kalidoni Palembang, Rumah di Talang Kelapa Alang Alang Lebar Palembang, Showroom mobil di kawasan 8 Ilir Kecamatan IT II, Toko Kopi di Jalan Sudarman Ganda Subroto Sukarami, Ruko satu pintu di kawasan Alang-alang Lebar dan sejumlah kios pedagang di Pasar Talang Jambe Palembang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain, Senin (14/1/2019) mengatakan, aset yang disita tersebut merupakan milik pasangan suami istri Ade Okta Sahputra alias Dedek dan Gita Oktarani, yang keduanya ditangkap pada 23 Desember 2018 lalu di Jalan Nagoya Batu Ampar, Batam.

Baca Juga :   Hendak Diperkosa, IRT di Kikim Tengah Lahat Berkelahi dengan Pelaku

“Penangkapan kedua tersangka merupakan hasil penyelidikan yang kami lakukan terhadap laporan korbannya atas nama Yulianto, yang sebelumnya telah membuat laporan pengaduan ke Polda Sumsel. Dimana korban melapor karena ditipu oleh pasangan suami istri ini, sehingga korban mengalami kerugian uang tunai senilai Rp 19 miliar,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, adapun modus kedua tersangka dalam kasus ini, yakni mempengaruhi korbannya dengan cara menyajikan data-data tentang membuka usaha penyediaan karet. Korban yang percaya, lalu memberikan modal usaha senilai Rp 19 miliar tersebut.

“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, ternyata data-data membuka usaha penyediaan karet tersebut tidaklah benar. Bahkan semua uang korban digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi dan modal usaha,” terangnya.

Lanjutnya, dalam kasus ini bukan hanya korban Yulianto saja yang ditipu oleh kedua tersangka, namun diduga masih ada korban lainnya di Sumsel yang belum membuat laporan. Untuk itulah, dirinya menghimbau agar masyarakat yang menjadi korban untuk segera membuat laporan kepolisian.

“Sementara untuk kedua tersangka kini telah kami tahan di Polda Sumsel dan dalam kasus ini keduanya dijerat Pasal 3, 4, 5 dan Pasal 10 Jo Pasal 2 ayat (1) huruf (r) UU No. 8 Tahun 2010 Tentang TPPU dan Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan Jo Pasal 65 yang ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara,” tutup Zulkarnain. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pencuri Motor di Lubuklinggau Timur Diringkus

Lubuklinggau, KoranSN Jajaran Satreskrim Polsek Lubuklinggau Timur Polres Lubuklinggau berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.