Selasa , Januari 22 2019
Home / Headline / Polda Terbitkan Sprindik Baru Dugaan Korupsi Lahan Kuburan OKU

Polda Terbitkan Sprindik Baru Dugaan Korupsi Lahan Kuburan OKU

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel saat ini telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) atau kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

Dikeluarkannya Sprindik baru ini setelah sebelumnya, tersangka ‘JA’ memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja usai menggugat Polda Sumsel atas status tersangkanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol M Zulkarnain, Senin (5/2/2018) mengatakan, dengan dikeluarkannya Sprindik baru tersebut maka pihaknya akan kembali melakukan penyelidikan dari awal, termasuk memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga :   Nyopet di Pasar 16, Warga SU II Diamuk Massa

“Keluarnya Sprindik baru ini setelah Mendagri RI menyetujui permohonan yang kami ajukan untuk kembali melakukan penyelidikan usai peraperadilan dimenangkan oleh ‘JA’. Karena penyelidikannya dimulai dari awal lagi, tentunya ‘JA’ belum dijadikan tersangka. Akan tetapi yang bersangkutan nantinya akan kami periksa sebagai saksi,” katanya.

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan jika Polda Sumsel telah menerbitkan Sprindik baru dalam dugaan kasus proyek pengadaan lahan TPU tersebut.

“Kami paham kemarin kami kalah dengan ‘JA’ di praperadilan. Akan tetapi, kami masih ada ruang melanjutkan penyelidikannya. Apalagi dalam penanganan dugaan kasus ini kami sudah melakukan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari itulah saat ini kami menerbitkan Sprindik baru untuk mengungkap perkara ini,” tegas Kapolda.

Baca Juga :   Pengunjung Ditodong di Toilet Diskotik

Masih dikatakan Kapolda, selain itu dirinya juga telah berkoordinasi dengan BPK RI untuk mengajukan penghitungan kerugian negara yang baru terkait perkara tersebut.

“Karena sebelumnya kami kalah dalam praperadilan makanya kami kembali meminta BPK RI melakukan penghitungan kerugian negara. Ini kami lakukan karena dalam Sprindik yang baru diterbitkan ini, kami menggunakan barang bukti baru untuk mengungkap tindak pidana korupsinya,” jelasnya.

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kedapatan Bawa Sajam, Dadang Tertangkap Polisi

Palembang, KoranSN Wahyu Ramadhon alias Dadang (37), warga Jalan Rawasari Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni ...