Polda Terima Pelimpahan Tersangka Pembobol Rekening Bank

DILIMPAHKAN- Tersangka Sukarya dan Juanda (berdiri) saat dilimpahkan ke Polda Sumsel oleh Polda Kalbar
Palembang, SN

Polda Sumsel, Kamis (25/6) menerima pelimpahan dua tersangka yang diduga terlibat pembobol rekening bank dari Polda Kalimantan Barat (Kalbar).

Kedua tersangka tersebut yakni, Sukarya warga Tulung Selapan OKI dan Juanda warga kawasan Hoktong Plaju. Keduanya kini telah ditahan di Mapolda Sumsel, sementara pengusutan kasus dugaan ini tengah dilakukan penyidikan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan Polda Sumsel telah menerima pelimpahan kedua tersangka yang diduga telah menguras tabungan salah satu nasabah bank. Jika terbukti, keduanya tersangka akan dijerat undang-undang tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang.

“Korban kedua tersangka bernama Rahman (50), warga Pontianak Kalimantan Barat. Dalam aksinya, kedua tersangka menguras tabungan korban sebesar Rp 51 Juta melalui SMS-Banking,” katanya.

Baca Juga :   Timsus Bekuk Bandar dan Kurir Sabu di Palembang

Masih dikatakan Djarod, penanganan kasus ini diserahkan ke Polda Sumsel karena saat melakukan aksinya dilakukan kedua tersangka di wilayah hukum Polda Sumsel yakni di OKI.

“Korban yang merupakan warga Kalbar lalu melapor ke Polda Kalbar hingga tersangkapun berhasil di tangkap dan dibawa kesana. Setelah diproses hukum, penyidik Polda Kalbar mendapat petunjuk dari kejaksaaan agar penanganan penyidikan di serahkan ke Polda Sumsel. Hal ini dilakukan, karena saat melakukan aksinya dilakukan keduanya di OKI,” tandasnya.

Sementara tersangka Sukarya didampingi Juanda mengatakan, ia dan Juanda tidak pernah melakukan penarikan tabungan korban melalui SMS-Banking. Bahkan, ia terkejut saat ditangkap pihak kepolisian Polda Kalbar lantaran telah menguras tabungan korbannya.

Baca Juga :   Tangkap 2 Oknum Kades di Empat Lawang, Kapolda: Keduanya Terlibat Penembakan Pendukung Paslon Pilkada

“Memang dulu kami pernah diminta oleh ‘B’ (DPO) membuka rekening bank atas nama kami. Kami berdua diupah oleh ‘B’ Rp 50 ribu. Namun saat itu,’B’ mengatakan rekening itu hanya untuk permainan judi online, jadi kami tidak tahu jika rekening kami itu dijadikan alat untuk kejahatan,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ketua KPK Harap Tidak Ada Lagi Korupsi Sektor Agraria

Jakarta, KoranSN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengharapkan tidak ada lagi tindak pidana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.