Home / Lacak / Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova. (Foto-Dedy Suhendra/Koransn)
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova. (Foto-Dedy Suhendra/Koransn)

Palembang, KoranSN
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, Kamis (19/5/2016) mengatakan, penyidik dari kepolisian mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus pembunuhan satu satu keluarga yang terjadi di Jalur 16 Kabupaten Banyuasin.

Menurut Djarod, kesulitan ditemukan penyidik, karena saat kejadian pembunuhan tersebut terjadi, tidak ada seorang warga pun yang melihat ataupun mendengar kejadian pembunuhan satu keluarga di kediaman korban Tasir, yang berlokasi di Desa Indra Pura Jalur 16 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin.

“Rumah korban Tasir ini berada di tengah-tengah persawahan yang terbentang luas. Sedangkan rumah tetangganya berjauhan, dari itulah saat kejadian tidak ada warga yang melihat dan mendengar kejadian tersebut. Inilah yang membuat kesulitan bagi penyidik untuk mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga tersebut” katanya.

Meskipun demikian, lanjut Djarod, pihak kepolisian tetap berusaha melakukan pengungkapan kasus pembunuhan yang dinilai sadis tersebut.

“Hingga saat ini sudah 12 saksi telah diperiksa. Bahkan di lokasi penyidik dari Polres Banyuasin dan Polda Sumsel terus bekerja untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini,” jelasnya.

Disinggung terkait motif pembunuhan korban dan barang bukti apa saja yang telah ditemukan dari lokasi kejadian? Dikatakan Djarod, untuk motif pembunuhan hingga kini belum dapat diungkapkan polisi lantaran masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman.

“Begitu pula dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi. Kita juga belum dapat meninformasikan, karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Selain itu penyidik saat ini juga masih mendalami barang-barang yang diduga dapat menjadi barang bukti yang telah didapati dari TKP,” jelasnya.

Lebih jauh Djarod mengungkapkan, jika saat ini polisi belum menetapkan tersangkanya, sebab hingga kini polisi masih mencari barang bukti dan menggali keterangan dari saksi-saksi.

“Mudah-mudahan kasus ini dalam waktu dekat dapat terungkap. Karena di lapangan penyidik terus bekerja keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga telah mengatakan, jika pihaknya  bersama jajaran Polres Banyuasin telah melakukan olah TKP di kediaman korban.

“Hasil olah TKP, di kamar korban ditemukan bercak darah jadi korban dibunuh di dalam rumahnya. Fakta di lapangan, kejadian pembunuhan terjadi seusai korban menjual tanahnya,” kata Kombes Pol Daniel TM Silitonga

Disinggung apakah pembunuhan para korban dilakukan oleh perampok, dan barang apa saja yang hilang dari dalam rumah korban? Diungkapkannya, untuk barang-barang yang hilang saat ini masih dilakukan pendataan oleh tim Labfor, namun faktanya isi di dalam rumah korban berantakan.

“Kalau perampokan kita belum dapat pastikan, tapi faktanya ya begitu, korban kan habis jual tanah jadi banyak duetnya (uang), meskipun demikian kita masih perlu mendalaminya untuk mencari bukti-bukti lainnya. Bahkan saat ini kita juga telah mengantongi identitas pelaku yang masih kabur dan kini dalam pengejaran anggota di lapangan,” teranganya.

Lebih jauh diungkapkannya, untuk kelima korban yang jasadnya telah ditemukan diduga satu keluarga, mereka yakni; Tasir Bin Syarat (65), Kartini Binti Tasir (37), Winarti Binti Mansur (14), Ariam Binti Antar (6), dan Ropiah (60) isteri dari Tasir.

“Kita menduga satu keluarga karena dari fisik dan pakaian yang dikenakan para korban menunjukan mereka itu satu keluara. Namun untuk secara yuridis kita kan harus memastikannya, dari itu kita masih tunggu hasil tes DNA-nya,”  ungkapnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Bocah Tewas Ditemukan di Sungai Keramasan

Palembang, KoranSN Setelah dikabarkan menghilang selama tiga hari dan dilakukan pencarian oleh tim Basarnas Kota ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!