Home / Seputar Polresta / Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Tewasnya Siswa SMA Taruna Palembang

Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Tewasnya Siswa SMA Taruna Palembang

Tim investigasi saat mendatangi SMA Taruna Indonesia. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian kini membidik tersangka dalam kasus kembalinya tewas satu siswa Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang berusia 14 tahun yang diduga mengalami kekerasaan dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Demikian ditegaskan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Selasa (23/7/2019).

Dijelaskan Supriadi, untuk calon tersangka dalam kasus ini tentunya berbeda deng1an tersangka Obby Frisman (24), warga Jalan Madya Sekarjaya Baturaja Timur selaku Pembina MOS SMA Taruna Indonesia Palembang, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka tunggal terkait tewasnya seorang siswa berusia 14 tahun warga Tulung Selapan OKI.

“Jadi, ada dua kasus dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia Palembang ini, kasus pertama pelakunya sudah ditetapkan yakni tersangka Obby Frisman. Nah, kalau untuk calon tersangka baru yang masih dalam penyelidikan yakni terkait kasus tewasnya satu siswa lagi, yang sebelumnya korban sempat di rawat di rumah sakit dengan kondisi kritis selama satu minggu,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan terungkap jika dalam kegiatan MOS di sekolah tersebut diikuti oleh 105 siswa dan siswi yang dalam pelaksanaannya jumlah siswa dan siswi itu dibuat menjadi empat kelompok pleton.

“Dari empat kelompok pleton ini, setiap pleton nya beranggotakan sekitar 26 siswa dan siswa. Dan diketahui kalau korban yang baru-baru ini tewas yakni kelompok pleton 2, sedangkan untuk korban yang sebelumnya lebih dulu tewas dengan tersangkanya Obby Frisman merupakan kelompok pleton 1. Jadi kedua korban berbeda kelompok,” terangnya.

Baca Juga :   13 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

Lebih jauh dikatakannya, karena adanya pembagian kelompok pleton tersebut tentunya pembina setiap kelompok berbeda-beda. Bukan hanya itu, dari hasil penyelidikan juga diketahui jika kegiatan MOS dilakukan setiap kelompok pleton di lokasi berbeda dan waktu yang tidak sama.

“Misalnya saja saat para peserta MOS melakukan long march yakni perjalanan fisik. Setiap kelompok pleton diberangkatkan satu persatu, jadi tidak bersamaan. Dari itulah dalam kasus ini tentu nantinya akan ada tersangka baru yang akan ditetapkan berdasarkan hasil penyelidikan yang kini masih berlangsung,” ujarnya.

Masih dikatakannya, dalam mengungkap tersangka baru tersebut kini penyidik Sat Reskrim Polresta Palembang masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Selain itu penyidik juga masih menunggu medical record (rekam medis) korban dari pihak rumah sakit. Sebab dalam proses penyelidikan penyidik membutuhkan medical record tersebut untuk mengetahui apa penyebab korban kritis hingga akhirnya meninggal dunia,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Sat Reskrim Polresta Palembang, Senin (22/7/2019) mendatangi Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang di Jalan Pendidikan Sukabangun II Kecamatan Sukarami Palembang. Kedatangan polisi di sekolah tersebut untuk memeriksa sejumlah saksi, terkait kasus kembalinya tewas siswa berusia 14 tahun yang diduga mengalami kekerasaan dalam kegiatan MOS di sekolah tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara saat itu mengatakan, kedatangan penyidik ke sekolah tersebut dalama rangka melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Jadi, kami pihak kepolisian serius bekerja melakukan penyelidikan,” kata Kasat.

Masih dikatakan Kasat, sejauh ini sudah ada sembilan saksi dari siswa dan siswi di sekolah tersebut yang dilakukan pemeriksaan. Untuk itulah kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihanya.

Baca Juga :   Penyelundupan 23 Kg Sabu & 7000 Lebih Ekstasi Asal Malaysia Untuk Diedarkan di Sumsel Digagalkan BNN

“Karena saat ini masih penyelidikan maka belum ada kesimpulan tentang dugaan tindak pidana terkait laporan dari korban. Namun yang jelas, dalam penyelidikan ini kami memiliki mekanisme, sebab dalam mengungkap kasus tentunya kita harus sesuai dengan fakta,” tegas Kasat.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli telah menegaskan, dirinya yakin jika satu siswa SMA Taruna Indonesia Palembang yang kembali tewas mengalami kekerasaan. Untuk itulah saat ini pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk mencari dan mengungkap pelakunya.

“Ada dua korban yang meninggal dunia dalam kasus ini. Untuk korban yang pertama tersangkanya sudah ditetapkan dan tersangkanya tunggal. Nah, kalau untuk korban yang baru meninggal dunia ini, walaupun masih serangkaian yakni dalam kegiatan MOS, namun pelakunya berbeda dengan kasus yang pertama. Dari itu saat ini penyidik masih mencari pelakunya. Namun saya yakin korban meninggal dunia karena mengalami kekerasan,” ungkap Kapolda kala itu.

Untuk diketahui, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Charitas Palembang akhirnya satu siswa SMA Taruna Indonesia Palembang yang berusia 14 tahun warga Plaju Palembang, Jumat malam (19/7/2019) meninggal dunia.

Dengan tewasnya korban maka jumlah korban yang tewas diduga akibat kekerasan dalam MOS SMA Taruna Indonesia Palembang bertambah, sebab sebelumnya satu siswa berusia 14 tahun warga Tulung Selapan OKI juga telah tewas.

Terkait tewasnya korban ini, sebelumnya pihak kepolisian Sat Reskrim Polresta Palembang telah menetapkan Obby Frisman selaku Pembina MOS menjadi tersangka. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tabrak Satu Keluarga di Km 14, Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk

Palembang, KoranSN Gunawan Heriyanto (26), pengendara sepeda motor, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 09.00 WIB tewas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.