Home / Lacak / Polisi Geledah Pondok di Kalidoni, Kapolda: Belum Ada Kaitan dengan Teroris

Polisi Geledah Pondok di Kalidoni, Kapolda: Belum Ada Kaitan dengan Teroris

Suasana di dalam pondok usai digeledah olah pihak kepolisian. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Warga di kawasan Jalan Residen H Abdul Rozak tepatnya di dekat Komplek RBO RT 2 RW 1 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa siang (15/5/2018) sekitar pukul 13.00 WIB dikagetkan dengan kedatangan puluhan petugas kepolisian melakukan penggeledahan di sebuah pondok yang berada di pinggir jalan tersebut.

Terkait penggeledahan tersebut, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, penggeledahan di pondok tersebut dilakukan oleh petugas Ditreskrimum Polda Sumsel dan petugas kepolisian dari Polresta Palembang, tujuannya hanya untuk antisipasi.

“Hanya penggeledahan biasa, bukan Densus 88 Antiteror yang menggeledah tapi anggota kita dari Ditreskrimum dan Polresta Palembang. Penggeledahan di pondok itu belum ada kaitannya dengan aksi teroris,” ujar Kapolda.

Sementara pantuan di lapangan, tampak pondok tersebut berdiri di pinggir jalan dan tertutup pohon dan dedaunan yang rimbun. Sementara di dalam pondok terlihat lantainya beralas tanah, selain itu juga tampak alat alat rumah tangga yang tak terawat dan buku-buku lama yang tak terpakai.

Topik (42), Satpam Komplek RBO Kalidoni mengatakan, pondok tersebut merupakan milik Ustad ‘RA’. Memang sudah lama, pondok itu berdiri dan dijadikan ‘RA’ sebagai tempat usaha menjual bibit bunga dan tanaman lainnya.

“Tadi siang memang ada puluhan petugas kepolisian datang lalu masuk ke dalam pondok tersebut. Tapi saat itu Ustad ‘RA’ sedang tidak ada di lokasi, biasanya kalau siang hari yang bersangkutan ada di pondok. Malam harinya barulah ustad pulang ke rumah kerabatnya. Namun saya tidak tahu persis alamat rumah kerabatnya itu, tapi katanya berada di kawasan Kenten,” katanya.

Tampak samping pondok yang digeledah polisi.

Menurutnya, dahulu Ustad ‘RA’ bersama isteri dan anak-anaknya memang tinggal menetap di pondok itu. Akan tetapi baru-baru ini sudah tidak lagi karena sudah pindah.

“Walau sudah pindah ke kawasan Kenten namun Ustad ‘RA’ sering datang ke pondoknya. Sebab disinilah tempat usahanya, akan tetapi sudah beberapa hari ini ustad tidak terlihat di pondok tersebut,” tutupnya.

Sedangkan Hani (30), warga sekitar menambahkan, puluhan polisi yang mendatangi pondok tersebut diantaranya juga tampak ada petugas yang membawa senjata api.

“Selain itu dari puluhan anggota polisi itu diantaranya ada yang mengenakan baju kemeja putih dan baju preman,” jelasnya.

Komeng (40), yang juga warga setempat menambahkan, meskipun Ustad ‘RA’ tidak lagi menentap di pondok tersebut, akan tetapi kalau ada kegiatan keagamaan ‘RA’ selalu hadir.

“Orangnya baik dan ramah, bahkan sering memimpin doa kalau sedang ada acara,” katanya.

Sementara itu Yani Efendi (39), isteri dari ketua RT setempat menambahkan, dikarenakan lokasi rumahnya berjauhan dengan pondok Ustad ‘RA’ maka ia tidak melihat dan mengetahui jika adanya penggeledahan di pondok itu.

“Suami saya memang Ketua RT di sini, tapi dia lagi bekerja dan pulangnya malam hari. Kalau untuk penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian di pondok Ustad ‘RA’, saya tidak mengetahuinya. Akan tetapi, memang pondok itu milik Ustad ‘RA’ dan dia memang benar warga kami. Namun, belum lama ini pondok itu sudah tidak ditempati ustad bersama isteri dan anak-anaknya, hanya dijadikan tempat usaha jualan kembang saja,” pungkas Yani saat ditemui di kediamannya. (ded)

Tampak pondok yang digeledah pihak kepolisian yang lokasinya tertutup pohon dan dedaunan yang rimbun.

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Pria Kenalan Facebook Perkosa Seorang Gadis di Hotel

Palembang, KoranSN Malang apa yang dialami ‘WWS’ (21), seorang gadis yang bermukim dikawasan Sematang Borang ...

error: Content is protected !!