Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor Diduga Bercak Darah Korban Mutilasi di Ogan Ilir

Jenazah korban mutilasi saat tiba di RS Bhayangkara. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Polres Ogan Ilir (OI) hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan dan mutilasi korban Karoman (40), untuk mengungkap pelakunya yang hingga sampai saat ini belum tertangkap.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad, Rabu (26/6/2019) mengatakan, dalam proses penyelidikan tersebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Mabes Polri terkait diduga bercak darah korban yang ditemukan tak jauh dari lokasi korban ditemukan tewas.

“Jadi, dalam proses penyelidikan ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan diduga bercak darah korban yang kini sedang diperiksa di Labfor Mabes Polri,” kata Kapolres Ogan Ilir saat ditemui di Mapolda Sumsel pada acara penyambutan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli.

Masih dikatakannya, selain itu pihaknya juga masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku yang telah membunuh dan memutilasi korban Karoman.

“Dalam proses penyelidikan ini sudah 45 saksi telah kami periksa, Insyaalah kedepan pelakunya dapat kami ungkap,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supariadi mengungkapkan, dalam kasus ini ada seorang warga yang mengaku sebagai pelaku yang telah membunuh dan memutilasi korban Karoman di Desa Pinang Ogan Ilir. Namun pengakuan warga tersebut belum dikuatkan bukti jika orang tersebut pelakunya.

“Kasus mutilasi ini kan tergolong kasus berat, lalu tiba-tiba ada saksi dari seorang warga mengaku kalau dia yang membunuh dan memutilasi korban, sedangkan buktinya tidak ada. Dari itulah pihak kepolisian tidak langsung percaya dan kini polisi masih terus melakukan penyelidikan,” terangnya.

Baca Juga :   Gelapkan Motor, Warga Lais Muba Meringkuk di Penjara

Masih dikatakan Kabid Humas, dikarenakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan maka sampai saat ini untuk untuk pelakunya belum tertangkap. Selain itu kepala dan tangan korban yang dimutilasi pelaku juga belum ditemukan.

“Jadi untuk pelakunya belum tertangkap dan kini masih terus dilakukan penyelidikan. Dan dalam penyelidikan ini, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Mabes Polri terkait diduga bercak darah korban yang ditemukan di sekitaran TKP,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (6/6/2019) warga di Ogan Ilir dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang pria korban mutilasi di kawasan Sungai Arisan Bopeng Desa Pinang Mas.

Saat ditemukan, mayat pria yang kesehariannya mencari ikan ini dalam kondisi tangan dan kepala terpotong atau dimutilasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban akhirnya diketahui jika korban, yakni Karoman (40), warga di desa tersebut.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara ini untuk motif mutilasi korban dikarenakan pelaku diduga dendam kepada korban. Dugaan dendam tersebut terlihat dari kesadisan pelaku memutilasi kepala dan kedua tangan korban yang sampai kini potongan kepala dan tangan tersebut belum ditemukan.

“Sedangkan untuk bagian tubuh yang ditemukan seperti badan dan kedua kaki korban terdapat luka bacokan senjata tajam. Dari itulah korban dibunuh pelaku secara sadis diduga dikarenakan dendam,” ungkapnya kala itu.

Masih dikatakannya, selain itu indikasi motif pembunuhan korban diduga dendam dikarenakan saat pembunuhan disertai mutilasi terjadi, korban tidak membawa barang-barang berharga.

Baca Juga :   Tim Rajawali Ungkap Kasus Narkoba

“Saat kejadian korban ini kan sedang mencari ikan di sungai tersebut, jadi untuk motifnya kami menilai diduga mengarah dendam,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sebelum ditemukan tewas dimutilasi, korban Karoman yang merupakan warga Dusun 2 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir tersebut, awalnya pergi dari rumah untuk mencari ikan di Sungai Arisan Bopeng namun hingga pagi hari korban tidak pulang ke rumah.

“Lalu pihak keluarga bersama warga mencari korban di sungai, dalam pencarian ini awalnya anak korban menemukan perahu milik korban di sungai, tepatnya di dekat sawah dengan posisi tertancap ke dasar sungai. Kemudian sekitar 500 meter dari perahu tersebut ditemukan jenazah korban,” ungkapnya

Masih dikatakannya, saat ditemukan jenazah korban tertimbun di dalam lumpur di sungai.

“Kondisi jenazah ketika ditemukan bagian kepala dan kedua tangan hilang. Hingga saat ini potong kepala dan tangan korban belum ditemukan,” jelasnya.

Sedangkan Mardiah istri korban Karoman kala itu meminta agar pelaku yang telah membunuh dan memutilasi korban segera tertangkap dan dijatuhkan hukuman mati.

“Saya minta pelakunya dihukum mati jika tertangkap,” tegas Mardiah saat itu. (ded/man)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.