Home / Nasional / Politik Uang Model Baru, Namanya Dana Saksi di Luar TPS

Politik Uang Model Baru, Namanya Dana Saksi di Luar TPS


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Ilustrasi. (foto-net)

Yogyakarta, KoranSN

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Mada Sukmajati, menyebut ada money politics atau politik uang model baru di pemilu 2019. Money politics terselubung itu biasa disebut dana saksi di luar TPS. Apa itu?

“Mungkin nanti (ada) perluasan-perluasan seperti istilah saksi di luar TPS. Itu kan sebenarnya bentuk perluasan dari praktik politik uang,” jelas Mada kepada wartawan di Digilib Fisipol UGM Yogyakarta, Senin (15/4/2019).

Menurut Mada, istilah saksi yang bertugas di luar TPS hanyalah akal-akalan calon agar uang transport yang diberikan tak dipermasalahkan Bawaslu. Padahal sejatinya praktik tersebut sama saja dengan money politics.

Baca Juga :   Ekonomi di Tangan Jokowi Terbukti Maju

“Jadi (calon) menunjuk beberapa orang untuk menjadi saksi, tapi bukan saksi yang formal di dalam TPS. Dia (saksi di luar TPS) digaji dan dia nanti diminta untuk membawa beberapa temannya juga untuk mengawasi,” paparnya.

“Dan semuanya kemudian diberikan uang untuk pembiayaan transport dan sebagainya. Ini bentuk sebenarnya praktik politik uang. Jadi mengalami perluasan masif tapi bentuknya sudah hampir sama di 2014 lalu,” sambungnya.

Modus baru money politics ini, kata Mada, menyulitkan Bawaslu untuk menindak karena pelanggarannya sukar dibuktikan. “Pembuktiannya semakin sulit antara yang memberi dan menerima,” ucapnya.

Baca Juga :   Sanksi Teguran Hingga Pemecatan Driver Grab Pemelihara 'Tuyul'

Selain dengan modus saksi di luar TPS, Mada memprediksi money politics berupa pemberian uang cash masih akan mendominasi di pemilu 2019. Kemudian pemberian sembako juga diprediksi masih akan marak dijumpai.

“(Kemudian) bantuan untuk ibu-ibu pengajian, untuk gereja, untuk (fasilitas lapangan) voly, untuk karangtaruna dan lain sebagainya. Tapi (praktik money politics) ini lebih di periode kampanye terbuka,” tuturnya.

“Tapi kalau masa tenang dan hari H pemungutan suara (17 April) nanti hampir bisa dipastikan bentuknya (money politic) dana dalam bentuk uang cash maupun dalam bentuk sembako,” tutupnya. (detikcom)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jokowi 74,8%, Prabowo 25,2%

Penang, KoranSN Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 bagi WNI di wilayah Penang, Malaysia, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.