Polres OI Bentuk Timsus Buru Pembunuh Diah

Iryanto dan Purwanti ayah dan ibu korban Diah Sintasari Widya.(Foto-Dedy/Koransn)
Iryanto dan Purwanti ayah dan ibu korban Diah Sintasari Widya.(Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolres Ogan Ilir (OI), AKBP Arif Rifai, Senin (21/11/2016) mengungkapkan, pihak kepolisian Polres OI saat ini telah membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk memburu pelaku pembunuhan Diah Sintasari Widya (19), yang jenazahnya ditemukan tewas di perkebun tebu Cinta Manis Kabupaten OI, Minggu kemarin (20/11/2016).

Menurut Arif, Timsus yang telah dibentuk kini tengah bekerja bahkan Timsus sedang mendalami semua keterangan saksi yang telah diambil.

“Jadi saat ini kita telah bentuk Timsus untuk mengungkap dan memburu pelaku pembunuhan korban. Doa kan saja agar kasus ini segera terungkap dan palakunya dapat segera kita tangkap,” katanya.

Dilanjutkan Kapolres, dikarenakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan maka dirinya belum dapat memastikan apakah lokasi tempat ditemukan jenazah korban yakni, di perkebunan tebu Cinta Manis Kabupaten OI merupakan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan korban atau hanya lokasi tempat pembuangan jenazah korban saja.

“Namun dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP yang telah dilakukan, diduga sepeda motor korban hilang. Selain itu, dari informasi pihak rumah sakit jika di celana yang dikenakan korban diduga ada sprema. Tapi semuanya itu baru dugaan dan kita masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengetahui, apakah korban tewas akibat korban kekerasaan dan pemerkosaan ataukah akibat kejahatan begal,” tandas Kapolres.

Terpisah, Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kompol Dr Mansury mengatakan, usai kejadian jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dikarenakan saat ditemukan di jenazah korban tidak ada identitas alias Mrs X maka dalam pemeriksaan, kita melakukan  antemortem atau mencocokan ciri fisik korban dengan keterangan Iryanto (53) dan Purwanti (45) yang keduanya mengaku sebagai ayah dan ibu korban,” jelasnya.

Baca Juga :   Ibu Pembunuh Anak Kandung Terancam 20 Tahun Penjara

Dilanjutkan Dr Mansury, setelah dicocokan diketahui jika korban berusia sekitar 19 tahun, saat ditemukan korban mengenakan baju warna hitam motif tengkorak, celana jeans warna hitam dengan sobek-sobek di bagian betis, korban mengenakkan cincin putih di jari manis tangan kiri.

“Selain itu, jenazah korban juga didapati ciri-ciri khas yakni; korban memiliki bekas luka di lutut kiri, korban berambut panjang sebatas pinggang, serta korban mengenakan kawat gigi di bagian atas dan bagian bawah. Setelah dicocokan dengan keterangan keluarga, hasilnya cocok dan jenazah korban yang awalnya Mrs X dipastikan identitasnya adalah; Diah Sintasari Widya,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkan Dr Mansury, karena pihak keluarga korban tidak mau melakukan otopsi terhadap jenazah korban maka pihaknya hanya melakukan pemeriksaan visum bagian luar tubuh jenazah saja.

“Dari pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui jika korban sudah dua hari meninggal dunia sebelum ditemukan, sehingga tubuh jenazah mengeluarkan aroma yang tak sedap. Sedangkan untuk tanda-tanda yang diduga akibat kekerasan, ditemukan luka memar di bagian wajah korban,” ungkapnya.

Disinggung apakah dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan tewasnya korban juga diduga akibat korban dugaan pemerkosaan? Diungkapkan Dr Mansury, jika dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban yang telah dilakukan pihaknya tidak menemukan tanda-tanda korban tewas karena menjadi korban pemerkosaan.

“Kalau untuk cairan yang ditemukan di celana yang dikenakan korban itu bukanlah sprema melainkan cairan yang keluar dari jenazah korban karena tubuh jenazah telah mengeluarkan aroma tak sedap sebab telah dua hari meninggal dunia. Jadi, yang katanya korban diduga menjadi korban pemerkosaan, sejauh ini kita belum menemukan tanda-tandanya saat kita melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban,” tutupnya.

Baca Juga :   Motor Terbakar, Konsumen & Pegawai SPBU Simpang BLK Panik

Sementara Iryanto (53), didampingi Purwanti (45) yang merupakan ayah dan ibu korban Diah Sintasari Widya saat berada di RS Bhayangkara Palembang mengatakan, dirinya mengetahui korban adalah anaknya setelah warga menyampaikan kepadanya jika jenazah korban yang ditemukan tergeletak di kawasan perkebunan tebu Cinta Manis OI, mirip dengan korban Diah Sintasari Widya.

“Minggu siang (20/11/2016) saya dan isteri saya mendapatkan kabar jika jenazah yang ditemukan meninggal dunia di areal perkebun Tebu Cinta Manis tersebut mirip anak kami. Saat itu kami langsung mendatangi lokasi serta Polres OI namun ternyata jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara hingga akhirnya kamipun ke rumah sakit ini. Setelah kami memeriksa jenazah tersebut ternyata benar korban adalah anak kami,” kata Iryanto.

Masih dikatakan ayah korban, sebelum pergi dari rumah Almarhumah sempat pamit kepadanya dan kepada isterinya untuk memperbaiki rem sepeda motor ke bengkel.

“Setelah pamit hendak memperbaiki sepeda motor, korbanpun menghilang hingga kami mendapat kabar jika korban ditemukan telah meninggal dunia. Atas kejadian ini, saya dan isteri saya selaku orang tua korban meminta agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelakunya serta memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku pembunuh anak kami ini,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap …