Polri Panggil Dua Kasubag Sebagai Saksi Kasus Kebakaran Kejagung

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono (kanan). (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Tim penyidik gabungan Polri memanggil dua pejabat Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kejaksaan Agung, sebagai saksi terkait penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

“Penyidik mengirimkan surat panggilan kepada Kasubag Pam Info dan Kasubag Produksi Kejagung RI untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Awi Setiyono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Awi mengatakan, penyidik saat ini tengah melakukan analisa dan evaluasi terkait proses penyidikan. Selain itu, penyidik juga sedang mempersiapkan laporan kemajuan terkait perkembangan proses penyidikan.

“Penyidik sedang mempersiapkan penyusunan laporan kemajuan terkait perkembangan proses termaksud melanjutkan pembahasan konstruksi hukum yang akan diterapkan dalam penyidikan Kasus ini,” kata Awi.

Baca Juga :   Kejari PALI Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Pasar Kalangan

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik Polri telah memeriksa 50 saksi termasuk enam ahli pada rentang 21-24 September 2020.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena “open flame” (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain, karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Baca Juga :   Dua Bulan, Polres OKI Amankan 161 Senpira

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi, Sabtu (22/8/2020) malam itu.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Riau Dalam Dua Pekan Sita 36 Kg Sabu-sabu

Pekanbaru, KoranSN Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam dua pekan terakhir telah menyita Narkoba jenis sabu-sabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.