Positif Narkoba, Sanksi AKBP ‘AS’ Tunggu Hasil Sidang Disiplin

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo. (Foto-Dedy/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo, Kamis (17/1/2019) mengatakan, sanksi untuk AKBP ‘AS’ yang jabatannya sebagai Kapolres Empat Lawang telah dicopot karena tes urine positif Narkoba, harus menunggu hasil sidang disiplin kepolisian yang akan digelar dalam waktu dekat.

Menurutnya, bahkan hingga kini ‘AS’ masih terus dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Sumsel.

“Dia (AS) masih terus diperiksa oleh Propam Polda Sumsel, jika pemeriksaan telah selesai barulah dilakukan sidang disiplin. Untuk itulah, sanksinya menunggu hasil persidangan nanti,” katanya.

Diungkapkan Slamet, dalam memberikan sanksi kepada ‘AS’ tentunya akan dilakukan Polda Sumsel sesuai dengan peraturan organisasi kepolisian yang berlaku. Untuk itulah, sanksinya akan diterapkan setelah pemeriksaan dan sidang disiplin dilakukan.

“Pasti nanti ada sanlsinya sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Sumsel makanya kita belum dapat sampaikan apa sanksi tersebut,” terangnya.

Masih dikatakan Slamet, dalam pemeriksaan tersebut penyidik Propam juga melakukan pengembangan penyelidikan dengan menggali keterangan dari ‘AS’.

“Jadi selain pemeriksaan, penyidik juga masih terus melakukan pengembangan penyelidikan. Untuk itulah kita tunggu saja hasil dari pemeriksaan dan penyelidikan yang kini masih terus dilakukan Propam Polda Sumsel, sementara untuk Sertijab Kapolres Empat Lawang dilakukan besok (hari ini) di Prabumulih,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Didi Hayamansyah membenarkan, jika pihaknya saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap ‘AS’, termasuk melakukan pengembangan penyelidikan.

“Namun hal ini kan hanya masalah internal, selain itu yang bersangkutan hanya tes urinenya saja yang positif amphetamine. Sementara untuk barang buktinya tidak ada. Walaupun demikian, kami masih terus melakukan pemeriksan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (16/1/2019) menegaskan, jika dari hasil pemeriksaan tim dokter dan penyelidikan Bid Propam Polda Sumsel terkait tes urine ‘AS’ yang sebelumnya mengandung amphetamine, hasilnya ‘AS’ dinyatakan positif menggunakan sabu dan ekstasi.

Menurut Kapolda, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan juga diketahui ‘AS’ baru menjadi pengguna Narkoba.

“Jadi, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Kapolres Empat Lawang ‘AS’ positif menggunakan sabu dan ekstasi. Tapi dia baru menjadi pengguna Narkoba, baru satu kali dua kali mengkonsumsi Narkoba. Walaupun demikian, saya dengan tegas memprosesnya,” tegas Kapolda.

Baca Juga :   Mati Lampu, Warga SU I Ditikam 2 Lubang Oleh Tetangganya

Masih dikatakan Kapolda, pihaknya mengetahui tes urine ‘AS’ postif Narkoba setelah dilakukan pengecekan darah dan urine yang rutin dilakukan Polda Sumsel kepada seluruh anggota kepolisian, termasuk Kapolres se-Sumsel.

“Tujuan kami melakukan cek darah dan cek urin secara rutin kepada semua anggota adalah untuk menghindari agar anggota kita tidak coba-coba dan tidak main-main dengan Narkoba. Nah, dari kegiataan rutin inilah kita mengetahui kebenaran urine dari ‘AS’ tersebut positif,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolda, hingga saat ini ‘AS’ masih diperiksa oleh Propam Polda Sumsel dan Direktorat Reserse Narkoba. Hal ini dilakukan dalam rangka pengembangan kasusnya.

“Untuk barang bukti narkobanya tidak kami temukan, bahkan kami belum dapat membuktikan dimana ‘AS’ ini memakai sabu dan ekstasi tersebut, serta dengan siapa dia menggunakannya. Untuk itulah, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan,” ungkap Kapolda.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dikarenakan dalam kasus ini pihaknya tidak menemukan barang bukti Nakorba maka ‘AS’ nantinya hanya diberikan sanski disiplin yakni penundaan pangkat dan ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari.

“Selain itu ada juga saksi pencopotan jabatan namun saat ini ‘AS’ sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Empat Lawang, tapi resminya Jumat nanti setelah Sertijab. Dicopotnya jabatan tersebut merupakan keseriusan Polri kepada personel yang terindikasi Narkoba,” jelasnya.

Lanjut Kapolda, walaupun dalam kasus ini pihaknya belum mendapati barang bukti Narkoba akan tetapi pihak terus melakukan pengembangan. Apabila dalam pengembangan tersebut ditemukan barang bukti Narkoba tentunya ‘AS’ bisa diproses pidana.

“Memang ‘AS’ ini positif sabu dan ekstasi. Namun kami belum mendapatkan barang bukti narkobanya, bahkan dimana ‘AS’ memakai sabu dan ekstasi serta dengan siapa dia menggunakannya, juga belum kami ketahui. Untuk itu kami masih melakukan pengembangan, dan kalau nantinya ditemukan barang bukti Narkoba, ceritanya akan lain lagi. Sebab dia akan kami proses secara pidana,” tegasnya.

Baca Juga :   Sertifikat Digelapkan, Syarkowi Melapor

Masih diungkapkan Kapolda, pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan yang dilakukan merupakan bentuk keseriusan Polri. Sebab setiap anggota kepolisian harus bersih dari Narkoba, karena polisi merupakan penegak hukum yang memberantas peredaran Narkoba.

“Pak Polisi bagaikan sapu membersihkan perkarangan, kalau sapunya tidak bersih maka halaman yang kotor tentunya tidak akan bersih. Jadi untuk membersihkan halaman, sapunya harus bersih dulu. Dari itulah dalam memberantas Narkoba, polisinya dulu harus bersih dan itu yang utama,” pungkas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, dari pemeriksaan tes urine kepada seluruh Kapolres se-Sumsel yang dilakukan di Polda Sumsel, hasilnya tes urine Kapolres Empat Lawang, AKBP ‘AS’ postif mengandung amphetamine. Hal tersebut dibenarkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

Sementara keesokan harinya, Selasa (15/1/2019) jabatan ‘AS’ sebagai Kapolres Empat Lawang dicopot. Hal ini terungkap dari Telegram (TR) Kapolri No: ST 81/110/I/KEP/2019 tanggal 15 Januari 2019.

Dalam TR tersebut tertera pemberhentian jabatan dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri. Dimana AKBP ‘AS’ selaku Kapolres Empat Lawang Polda Sumsel dimutasikan sebagai Pamen di Polda Sumsel dalam rangka pemeriksaan. Sementara jabatan Kapolres Empat Lawang, dijabat oleh AKBP Eko Yudi Karyanto SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden B Pelopor Sat Brimob Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (15/1/2019) membenarkan adanya TR pergantian jabatan Kapolres Empat Lawang tersebut. Dengan adanya TR ini maka AKBP ‘AS’ dibebas tugaskan dalam rangka pemeriksaan terkait hasil tes urine yang positif mengandung amphetamine.

“Memang benar yang bersangkutan (AS) dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres, ini sebagai contoh agar kedepan tidak ada lagi personel di Polda Sumsel dan jajaran yang main-main dengan Narkoba. Sebab saya akan tindak tegas,” ungkap Kapolda. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sulbar Tangkap DPO Kasus Korupsi Dana KMK Bank BPD Sulselbar

Mamuju, KoranSN Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat berhasil menangkap seorang terpidana kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.