PPS Muratara Dilantik di Tujuh Titik Berbeda

Usai dilantik, PPS se Kecamatan Rupit foto bersama sekaligus membacakan pernyataan sikapnya untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muratara tahun 2020.(foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) lantik 267 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Muratara untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muratara tahun 2020 di tujuh tempat berbeda, Minggu (22/3/2020).

Ketua KPU Muratara Agus Mariyanto mengatakan pelantikan PPS sudah terjadwal pada PKPU nomor 16 yakni pada tanggal 22 Maret 2020.

“Pelantikan PPS se Kabupaten Muratara ditempatkan di tujuh titik di tujuh kecamatan, saat ini saya ambil di Kecamatan Rupit dan teman teman komisioner KPU yang lain mengambil di kecamatan lainnya,” katanya.

Ia berharap kepada PPS yang baru saja dilantik agar bisa bekerja dengan baik, sesuai dengan peraturan perundang undangan, sesuai dengan tata kerja badan adhoc di tingkat PPS.

“Dengan dikeluarkannya putusan KPU RI nomor 179 dan surat edaran KPU RI bahwa pasca pelantikan ini PPS belum bisa bekerja dan masih menunggu surat edaran lebih lanjut. Artinya, tahapan untuk pemutahiran data pemilih, tahapan untuk verifikasi faktual bakal calon perseorangan kemudian rekrutmen PPDP kita tunda, maka dari itu teman teman dari PPS bekerjanya menunggu surat edaran lebih lanjut dari KPU,” jelasnya.

Baca Juga :   60 Operator Sister Ikut Bimtek Pengelolaan Aplikasi

Ia mengungkapkan, alasan penundaan tersebut dikarenakan menyebarnya wabah Covid-19.

“Tiga tahapan yang ditunda, soal pencoblosan dan lain-lain kita belum tahu dan hal itu keputusannya ada di KPU RI,” ujarnya.

Agus menjelaskan, ketiga tahapan yang ditunda untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 tersebut yakni pertama perekrutan badan adhoc terutama pembentukan PPDP kemudian pemutahiran data pemilih dan verifikasi faktual bakal calon perseorangan.

“Karna ketiga tahapan ini berhubungan langsung dengan masyarakat, kita kan tidak tahu masyarakat itu tersuspek atau tidak namun sampai hari ini di Muratara masih zero. Karna ini adalah kebijakan pemerintah, kebijakan KPU RI yang menjadi keputusan resmi maka kita sebagai eksekutor dilapangan mengikuti itu,” jelasnya.

Disinggung mengenai batas waktu sampai kapan penundaannya, Agus mengatakan belum tahu karna KPU RI membuat semacam itu punya dasar yang sangat kuat.

Baca Juga :   Diduga Ngankut Pekerja Sawit, Ambulan Bantuan Masuk Lumpur

“Masa tanggap darurat kita sampai tanggal 29 mei 2020, kita belum tahu apakah ditanggal tersebut sudah zero virus corona di indonesia atau belum. Hal demikian biarlah pemimpin pemimpin diatas kita yang melaksanakan dan kita dibawah tinggal mendiskusi apa yang belum direncanakan,” bebernya.

Sementara itu PPS se Kecamatan Rupit usai pelantikan menyatakan pernyataan sikap untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muratara tahun 2020 yang dibacakan oleh Efriansyah dan diikuti seluruh PPS se Kecamatan Rupit.

“Kami PPS se Kecamatan Rupit siap melaksanakan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Muratara dengan aman, damai, jujur, berkualitas dan berintegritas,” ucap mereka serentak. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Lahat Adu Cantik Tanaman Bonsai

Lahat, KoranSN Untuk kali pertama kalinya Lahat Bonsai Society Art (LBSA) menggelar kontes bonsai bertajuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.