Home / Headline / Prada ‘DP’ Cekik dan Bekap Fera Hingga Tewas Lalu Dimutilasi

Prada ‘DP’ Cekik dan Bekap Fera Hingga Tewas Lalu Dimutilasi

Prada ‘DP’ memperagakan adegan saat membawa sepeda motor milik almarhumah Fera, rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi Fera ini mendapat pengawalan ketat dari Pomdam II/Sriwijaya. (foto-sumantri/koransn)

Sekayu, KoranSN

Prada ‘DP’ oknum anggota TNI, Rabu (3/7/2019) tertunduk lesu ketika digiring petugas Pomdam II/Sriwijaya untuk melakukan adegan rekonstruksi kasus pembunuhan korban Fera Oktaria (21), di sebuah penginapan yang berlokasi di Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Musi Banyuasin (Muba).

Terungkap dalam rekonstruksi yang diperagakan sebanyak 47 adegan tersebut, Parada ‘DP’ membunuh korban yang tak lain pacarnya sendiri dengan cara mencekik dan membekap mulut korban hingga korban tewas. Setelah itu, pelaku memutilasi tangan korban lalu meninggalkan lokasi kejadian.

Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) II/Sriwijaya, Kolonel Cpm Donald Siagian mengatakan, tujuan rekonstruksi untuk mengungkap dan mencocokkan keterangan tersangka dan para saksi terkait kasus pembunuhan korban, termasuk apakah ada temuan baru yang harus dilengkapi.

“Hal ini dilakukan, karena nantinya berkas perkara akan dilimpahkan ke Oditur Militer untuk menyidangkan tersangka,” katanya saat diwawancarai di lokasi rekonstruksi.

Pantauan di lapangan, rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria berlangsung di TKP pembunuhan, yakni di salah satu penginapan yang berada di kawasan Jalan Simpang Hindoli Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba.

Dimana dalam rekonstruksi tersebut, Prada ‘DP’ memperagakan adegan demi adegan pembunuhan korban yang dilakukannya. Sementara untuk korban Fera Oktaria, adegannya diperankan oleh anggota Pomdam II/Sriwijaya.

Baca Juga :   Komjen Tito Karnavian Dilantik Jadi Kapolri Setelah Hari Bhayangkara

Tampak pada rekonstruksi, kejadian tersebut bermula saat Prada ‘DP’ dan korban boncengan mengendarai sepada motor jenis matic turun di depan penginapan. Selanjutnya, Prada ‘DP’ dan korban masuk ke dalam kamar penginapan nomor 006.

Kemudian saat berada di dalam kamar, Prada ‘DP’ dan korban terlibat cekcok mulut yang dipicu korban meminta dinikahi karena diduga mengaku telah hamil 2 bulan. Terlihat dalam adegan rekonstruksi, usai mendengar perkataan korban, membuat Prada ‘DP’ marah lalu mencekik dan membekap korban hingga korban menghembuskan napas terakhir. Setelah korban tewas, lalu Prada ‘DP’ memutilasi tangan sebelah kanan korban.

Terpisah, Danpomdam II/Sriwijaya, Kolonel Cpm Donald Siagian ketika ditemui di Mako Pomdam II/Sriwijaya di Jalan Merdeka Palembang mengungkapkan, jika pihaknya memang telah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan korban Fera Oktaria yang dilakukan oleh oknum TNI Prada ‘DP’.

“Pagi tadi (kemarin), kami sudah menggelar rekonstruksi tersebut di TKP yakni di penginapan di kawasan Sungai Lilin Muba. Dalam rekonstruksi ini ada 47 adegan yang langsung diperagakan Prada ‘DP’. Dan Alhamdulilah, rekonstruksi berjalan lancar sampai selesai,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, hasil dari rekonstruksi mengungkap jika Prada ‘DP’ memiliki temperamen yang tinggi, dimana saat kejadian ‘DP’ tidak terima penjelasan korban yang mengaku hamil.

“Emosi ‘DP’ ini tinggi. Dari itulah saat korban mengaku hamil membuat ‘DP’ tidak terima perkataan dan penjelasan korban, dan inilah yang menjadi pemicu pembunuhan korban terjadi. Sebab disaat emosi ‘DP’ naik, ketika itulah ‘DP’ tidak sadar akan perbuatannya hingga ‘DP’ langsung membekap mulut korban sehingga korban tidak bisa bernafas dan mengalami pendarahan di kepala, lalu korban meninggal dunia. Nah, setelah korban tewas Prada ‘DP’ kebingungan, dan itu terlihat dari adegan rekonstruksi yang sudah kami gelar di TKP,” paparnya.

Baca Juga :   Polisi Ringkus Pengedar Sabu

Sedangkan terkait korban yang mengaku hamil lanjut Danpomdam, diketahui jika berdasarkan hasil visum dari dokter forensik, korban tidak hamil.

“Jadi hasil visumnya korban tidak hamil. Kemungkinan, saat kejadian korban hanya mengaku hamil untuk minta dinikahi. Tapi, untuk lebih jelasnya nanti akan terungkap dalam persidangan yang akan digelar dalam waktu dekat di Oditur Militer. Nah, dalam persidangan di Oditur Militer ini, Prada ‘DP’ disidangkan untuk pidana umum dan juga pemecatannya. Apabila sudah dijatuhkan vonis pidana dan dipecat, barulah Prada ‘DP’ ditempatkan di tahanan sipil,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah wanita, Jumat (10/5/2019) pukul 11.00 WIB ditemukan tewas dengan tangan dimutilasi di dalam kamar nomor 006 di salah satu penginapan yang berada di Jalan PT Hindoli Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba. Dari hasil pemeriksaan akhirnya, Sabtu (11/5/2019) identitas korban diketahui, yakni Fera Oktaria (21), warga Lorong Indah Karya Tangga Takat Kecamatan SU 2 Palembang.

Atas kejadian tersebut jajaran Pomdam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel melakukan penyelidikan hingga diketahui jika tersangka pembunuhan korban, yakni oknum TNI Prada ‘DP’ yang kabur usai pembunuhan terjadi.

Dalam pelariannya, Prada ‘DP’ akhirnya ditangkap Tim Pomdam II/Sriwijaya, Kamis (10/6/2019) saat sedang berada di salah satu Padepokan di Serang Banten. (tri/ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bandar Narkoba di Lahat Diciduk

Lahat, KoranSN Seorang bandar Narkoba jenis sabu berhasil diciduk oleh jajaran Satres Narkoba Polres Lahat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.