Home / Headline / Prada ‘DP’ Terduga Pembunuh & Mutilasi Fera Oktaria Dikejar Hingga ke Bogor dan Babel

Prada ‘DP’ Terduga Pembunuh & Mutilasi Fera Oktaria Dikejar Hingga ke Bogor dan Babel

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Kombes Pol Supriadi. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (23/5/2019) mengatakan, tim gabungan dari kepolisian dan Denpom II/Swj melakukan pengejaran Prada ‘DP’ yang merupakan terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria (21), hingga ke Bogor dan Bangka Belitung (Babel).

Menurutnya, namun dalam pengejaran dan pencarian ‘DP’ di Bogor dan Bangka Belitung tersebut tim gabungan belum menemukan Prada ‘DP’.

“Jadi pengejaran dan pencarian ‘DP’ kami perluas, yang tadinya pencarian hanya dilakukan di Sumsel kini pencarian dilakukan hingga ke luar Sumsel,” katanya.

Masih dikatakan Kabid Humas, dengan masih dilakukan pengejaran tersebut maka informasi yang beredar di media sosial yang mengatakan Parada ‘DP’ sudah tertangkap itu tidaklah benar, karena sampai kini tim gabungan Polri dan TNI masih mencari keberadaan DP.

“Kemarin di media sosial disebut-sebut kalau ‘DP’ ini sudah tertangkap, hal tersebut tidak benar atau hoax. Sebab sampai kini keberadaan ‘DP’ belum diketahui, dan tim gabungan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui persembunyi dan keberadaan Prada ‘DP’,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika sebelum tim gabungan mencari ‘DP’ di Bogor dan Babel, pencarian juga telah dilakukan di sejumlah titik di wilayah Sumsel serta sejumlah daerah. Bukan hanya itu, tim juga menyisir lokasi-lokasi berdasarkan informasi yang diterima.

“Setelah tim gabungan mendatangi dan mengecek sejumlah titik, keberadaan ‘DP’ juga tidak ditemukan. Bahkan di lokasi pencarian yang disisir tim gabungan dari informasi juga tidak membuahkan hasil, sebab informasi tersebut simpang siur. Jadi sampai saat ini ‘DP’ belum tertangkap,” ujarnya.
Lanjut Kabid Humas, selain masih melakukan pengejaran, Polda Sumsel juga telah menghimbau kepada keluaraga ‘DP’ agar menyerahkan DP kepada pihak kepolisian apabila Prada ‘DP’ pulang ke rumah.

Baca Juga :   Staf Kapolda Sumsel Dibegal Pelaku Bercelurit

“Pihak keluarga telah kami himbau agar menyerahkan ‘DP’, namun sampai kini ‘DP’ tidak kunjung pulang ke rumah dan belum diketahui keberadaannya,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, dalam kasus ini pihak kepolisian juga masih melakukan penyusunan berkas perkara. Apabila berkas tersebut nantinya telah lengkap, barulah berkas dilimpahkan Polda Sumsel ke Pomdam II/Swj.

“Hal ini dilakukan karena ‘DP’ merupakan oknum anggota TNI, sehingga untuk tahap penyidikan selanjutnya dilakukan oleh Denpom,” tandas Kabid Humas.

Sebelumnya, Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Irwan telah menegaskan, jika Kodam II/Swj menargetkan secepatnya menangkap Prada ‘DP’ yang merupakan terduga pembunuhan korban Fera Oktaria.

“Target kita secepatnya dapat kita tangkap. Apabila sudah tertangkap pasti akan kita lakukan press rillis ke media,” ungkapnya saat itu.
Masih dikatakan Pangdam, terkait informasi yang beredar di media sosial jika ‘DP’ telah ditangkap, hal tersebut tidak benar atau hoax. Sebab hingga kini TNI dan polisi masih terus memburu Prada ‘DP’.

“Mungkin kemarin dia bisa lolos, tapi saat ini di daerah-daerah sudah kami tutup jalurnya, mudah-mudahan dia cepat tertangkap,” jelasnya.
Lebih jauh diungkapkannya, apabila nanti ‘DP’ tertangkap dan terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban, tentunya pihaknya akan memberikan tindakan tegas dengan mengeluarkan ‘DP’ dari anggota TNI.

“Dia (DP) ini memang saat pendidikan sudah melarikan diri hingga tidak masuk tanpa izin. Nanti jika tertangkap dan terbukti maka yang bersangkutan akan kami cabut keanggotaannya. Selain itu, jika terbukti kami juga akan melakukan proses hukum kepadanya,” tandasnya.

Baca Juga :   Polisi Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Berujung Maut

Sekedar mengingatkan, Jenazah wanita, Jumat (10/5/2019) pukul 11.00 WIB ditemukan tewas dengan tangan dimutilasi di dalam kamar nomor 06 salah satu penginapan yang berada di Jalan PT Hindoli Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba. Dari hasil pemeriksaan akhirnya, Sabtu (11/5/2019) identitas korban diketahui yakni Fera Oktaria (21), warga Lorong Indah Karya Tangga Takat Kecamatan SU 2 Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat itu mengatakan, dari hasil penyelidikan kasus pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria untuk pelakunya diduga kuat yakni ‘DP’ yang tak lain pacar korban.

“Dugaan kuat pelaku pembunuhan korban yakni ‘DP’. Namun ini masih dugaan, sebab kami mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Bahkan belakangan diketahui jika ‘DP’ ini merupakan oknum TNI. Dari itulah kami berkoordinasi dengan Kodam II/Swj untuk mencari keberadaan ‘DP’,” kata Kapolda.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Swj, Kolonel Inf Djohan Darmawan saat itu juga mengatakan, jika Kodam II/Swj telah menerbitkan DPO untuk Prada ‘DP’. Selain itu Kodam juga telah menyebar foto-foto Prada ‘DP’. Hal ini dilakukan dengan harapkan agar Prada ‘DP’ cepat tertangkap.

“Kami juga telah menghimbau melalui keluarganya agar ‘DP’ menyerahkan diri. Jadi, inilah langkah-langkah yang diambil Kodam II/Swj terkait kasus pembunuhan korban yang diduga pelakunya oknum anggota TNI,” katanya.

Masih dikatakan Kapendam, bahkan untuk mengungkap kasus pembunuhan korban, saat ini Kodam II/Swj telah bekerjasama dengan Polda Sumsel untuk mengejar dan mencari keberadaan Prada ‘DP’. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jalintim OKI Lumpuh, Waspadai Bandit Jalanan

Kayuagung, KoranSN Imbas lumpuhnya Jalintim akibat putusnya jembatan penghubung di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.