Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Pendidikan dan Teknologi / Prajurit Perbatasan Berperan Juga Menjadi Guru

Prajurit Perbatasan Berperan Juga Menjadi Guru

Seorang prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif Raider 600/Modang ketika dalam kelas di SDN 01 Tabur Lestari, Simanggaris, Nunukan, Kaltara. (foto-antaranews)

Samarinda, KoranSN

Prajurit perbatasan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonif Raider 600/Modang juga mampu berperan menjadi guru sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Kebetulan sekarang masuk tahun ajaran baru. Selain ada siswa baru, siswa lain juga mulai masuk sekolah setelah libur panjang. Adanya prajurit yang turut mewarnai pola belajar mengajar ini juga menjadi semangat baru siswa,” ujar Kapenrem 091/Aji Surya Natakusuma Kapten Arh Asrul Aziz di Samarinda, Minggu (21/7/2019).

Prajurit yang turut membangun karakter anak bangsa sejak usia dini itu diantaranya dilakukan di SDN 01 Tabur Lestari, Desa Simanggaris Lama, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca Juga :   GIDKP: Komitmen Internasional Lingkungan Harus Diikuti Aksi Nyata

Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi mengatakan, personel Satgas Pamtas ini bekerja sama dengan pihak sekolah untuk dapat ikut serta membangun mental dan karakter, termasuk menularkan ilmu pengetahuan bagi anak-anak di perbatasan Indonesia.

“Tujuan para personel Satgas Pamtas ini adalah ingin menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran untuk mengikuti program pemerintah, yaitu wajib belajar 9 tahun dengan harapan memiliki masa depan yang cerah. Anak-anak sangat antusias mengikuti pelajaran dari prajurit,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa materi yang diberikan di antaranya membaca, menulis, menghitung, dan pemahaman Pancasila sejak dini. Diharapkan pemahaman nilai-nilai dalam Pancasila yang diberikan sejak usia dini, maka hingga dewasa mendatang mereka akan tetap saling menghargai kepada sesama.

Baca Juga :   Kadisdik Tinjau SD Napal Maling

Ia meyakinkan para prajurit yang merangkap memberikan pendidikan kepada siswa tersebut sudah kompeten layaknya guru pada umumnya, karena sebelumnya para prajurit tersebut mendapat pembekalan dan penataran dari Kemendikbud Pusat yang diselenggarakan di Home Base sebelum terjun ke daerah operasi.

“Setelah mengikuti pelatihan dari Kemendikbud, saya pastikan seluruh Prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang menguasai kemampuan dasar sebagai tenaga pendidik apabila diperlukan di tempat mereka bertugas. Sekarang ternyata diperlukan, sehingga ilmu yang dipelajari selama ini langsung bisa dirasakan anak-anak di perbatasan,” katanya.

Ronald juga mengatakan bahwa kepala sekolah dan guru-guru di SD tersebut mengaku senang dan berterima kasih dengan prajurit yang bersedia membantu mereka, karena kehadiran prajurit di sekolah juga menciptakan warna baru dan mampu mengobarkan semangat siswa dalam belajar. (antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mahasiswa Dituntut Kreatif Buka Lapangan Kerja Baru

Palembang, KoranSN Era teknologi dan digital dewasa ini patut disikapi dengan bijak mengingat imbasnya akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.