Prancis Minat Investasi di Lahan Gambut OKI

Kepala BRG Nazir Fuad dan DR Jean Marc Roda perwakilan dari CIRAD Agricultural Research for Development, Perancis berkunjung ke Kebun Plasma Nutfah dan Kebun Nanas Sepucuk. (Foto-Istimewa)

Kayuagung, KoranSN

Pengelolaan lahan gambut di kawasan Sepucuk Kabupaten OKI kembali menarik perhatian dunia. DR. Jean Marc Roda perwakilan dari CIRAD Agricultural Research for Development Perancis mengungkapkan ketertarikannya terhadap program restorasi gambut di OKI.

Ini dikatakannya usai meninjau lokasi sekaligus penjajakan kerjasama pengelolahan lahan gambut kemarin. “Butuh puluhan tahun untuk mengupayakan penghijauan seperti ini. Untuk itu, Bersama BRG kami (CIRAD) berupaya membudidayakan lahan untuk pertanian dan pemberdayaan masyarakat,”katanya.

“Melihat lokasi restorasi lahan gambut di sini, kami pikir ini sangat potensial untuk dikembangkan,”pungkasnya di Kebun Plasma Nutfah Sepucuk, Rabu (17/1//2018). Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foed mengatakan, kegiatan restorasi lahan gambut tidak hanya sebatas pembasahan lahan gambut atau pembuatan sekat kanal.

Baca Juga :   Rumah Pejabat Bupati Muratara Banjir Air Mata

Nazir Foed mengemukakan, kegiatan restorasi optimalisasi lahan gambut juga mengarah ke kegiatan produktif dan pemberdayaan masyarakat.

“Intinya lahan gambut itu akan dioptimalkan penggunaannya dengan kegiatan produktif bahkan menarik investasi,”ungkap Nazir.

Salah satu negara yang tertarik terhadap pengembangan lahan gambut menurut Nazir, yaitu Prancis.

“Gambut jadi perhatian dunia, Itu sebabnya, kami akan mengembangkan potensi gambut untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat dan program ketahanan pangan nasional,”tambahnya.

Selain berhasil melakukan restorasi di ex lahan kebakaran, upaya pengembangan lahan gambut berbasis ekonomi di Kabupaten OKI juga berhasil melalui budidaya nanas.

Baca Juga :   Lagi, Dodi Reza Datangkan Bantuan Sumur Bor Air Bersih

“Kini lahan gambut yang yang selama ini sering terbakar, ditanami nanas atau sayuran. Nanas dipilih karena tanaman ini tidak perlu penataan lahan secara khusus, sehingga tidak mengubah karakter gambut. Selain itu, pasarannya jelas dan permintaan dari Lampung cukup tinggi,”kata Najib Asmani ketua Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumsel.

Perkebunan nanas itu membentang di Desa Menang raya Kecamatan Pedamaran. Luas lahan perkebunan sekitar 680 hektare. Perkebunan ini dimiliki perorangan. Menurut Najib Asmani jika masyarakat hidup makmur, lahan gambut pasti akan terjaga. “Mereka sendiri menjaganya sebab kalau terbakar tanaman mereka akan rusak,”jelasnya. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dua Desa di Muba Dilanda Bencana Banjir

Palembang, KoranSN Dua desa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terendam banjir akibat hujan dengan intesitas …