Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Ekonomi / Presiden Perintahkan Pembangunan Industri Substitusi Produk Impor

Presiden Perintahkan Pembangunan Industri Substitusi Produk Impor

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memimpin rapat terbatas bertopik “akselerasi implementasi program perindustrian dan perdagangan” di Kantor Presiden, Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Presiden Joko Widodo kembali memerintahkan kepada kabinetnya untuk memberi keleluasaan bagi investasi industri substitusi produk impor, seperti industri besi baja, dan petrokimia.

“Ini tolong garis bawahi, industri substitusi impor harus dibuka lebar. Berarti tadi industri besi baja dan industri petrokimia betul-betul harus dibukakan lagi karena ini merupakan substitusi impor,” kata Presiden dalam sambutan pembukaan rapat terbatas bertopik “Akselerasi Implementasi Program Perindustrian dan Perdagangan” di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurut dia, perlu ada langkah konkret dalam mendorong tumbuhnya industri substitusi impor. Investasi di industri tersebut juga akan mendorong terciptanya kebutuhan lapangan kerja di Tanah Air.

Baca Juga :   PTSB Gelar Halal Bihalal Bersama Mitra Kerja dan Stake Holder

Jokowi memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa impor bahan baku memberi kontribusi besar yaitu 74,06 persen dari total impor pada Januari-Oktober 2019.

Sementara impor barang modal mencapai 16,65 persen dan impor barang konsumsi sebesar 9,29 persen.

“Kalau kita lihat lebih dalam lagi, jenis barang bahan baku yang masih besar angka impornya antara lain adalah besi baja yang mencapai 8,6 miliar dolar AS dan industri kimia organik atau petrokimia yang mencapai 4,9 miliar dolar AS dan industri kimia dasar,” jelas Jokowi.

Selain itu, Presiden juga menekankan perlunya percepatan mandatori biodiesel B30 untuk menekan impor BBM.

Jokowi juga meminta promosi penggunaan produk dalam negeri lebih gencar.

“Saya juga minta kampanye penggunaan produk-produk industri dalam negeri termasuk optimalisasi kandungan TKDN dalam proyek-proyek pemerintahan,” demikian Presiden.

Baca Juga :   GM Pertamina RU III Tinjau Langsung Tambak Ikan Kelompok Bintang

Sejumlah pejabat yang turut hadir antara lain Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pariwisata Wishnutama, serta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Selain itu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dan Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga turut dalam rapat tersebut. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Volume Transaksi RFB Tembus 1,5 Juta Lot

Palembang, KoranSN Menutup tahun 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mencatat pencapaian kinerja positif. Perusahaaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.