Prioritas Alokasi Dana Desa Masih Didominasi Pembangunan Jalan Setapak dan Jembatan

Kepala Desa Kerta Sari Hadis Parman (baju putih)foto bersama dengan Inspektorat,Kasi PMD kecamatan karang Dapo,DPMD,Ketua JPKP dan Warga usai pemasangan papan plang pembangunan di Desa Kerta Sari Kecamatan Karang Jaya. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD dan P3A) Muratara menegaskan akan terjun langsung melakukan pengawas pembangunan yang dilakukan pemerintah desa. Rata-rata objek pembangunan masih didominasi oleh pembangunan jalan setapak, jembatan, dan siring di sekitar permukiman warga.

Kepala Dinas PMD dan P3A Muratara, Firdaus mengatakan seluruh pihak diharapkan melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilaksanakan di tiap desa terkait penggunaan anggaran dana desa. Sebab, pembangunan menggunakan dana itu memang di prioritaskan untuk kepentingan masyarakat.

“Kita akan terjun langsung melakukan pengawasan dan mengajak semua unsur juga, supaya pembangunan sesuai dengan harapan bersama,” ujarnya, saat ditemui, Kamis (6/7/2017).

Firdaus mengatakan, untuk pembangunan akses penghubung menuju pusat objek wisata seperti yang sempat mereka bahas dengan dinas pariwisata, hingga saat ini masih terus diupayakan.

“Tapi sampai sekarang belum ada usulan pembangunan itu dari pemerintah desa. Pembangunan akses itu sebetulnya boleh dilakukan, karena tujuannya dapat meningkatkan potensi perkembangan pariwisata di daerah yang bersangkutan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Gubernur Sumsel Resmikan Jembatan Muratara Satu

Sementara, Ahmad Syaripudin (53) petani asal Desa Kertasari, menuturkan untuk melintas jembatan di desanya mereka harus berhati-hati. Pasalnya, tidak jarang warga yang melintas jembatan kayu tersebut terjatuh ke aliran Sungai Mati tersebut.

“Kami tidak bisa membawa kendaraan untuk mengangkut hasil kebun. Memang susah kalau jembatan ini, kalau mau bawa karet dari kebun harus nyebur ke sungai dulu,” katanya.

Syaripudin bersama warga lainnya mengaku sudah beberapa kali mengajukan usulan pembangunan kepada pemerintah daerah, namun baru kali ini ada respon dari pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan.

Kades Kertasari Hadis Parman menuturkan, pihaknya sudah memprioritaskan pembangunan jembatan yang menjadi akses ke kebun warga tersebut dengan menggunakan dana desa sekitar Rp580 juta. Rencananya, jembatan akan dibangun permanen dengan panjang 32 meter, lebar 4 meter, yang akan dilakukan secara swadaya selama 120 hari.

Baca Juga :   Cegah Terjebak Perkara Hukum, Anggota Polres Mura Dapat Siraman Rohani

“Memang di sana jalur utama pertanian warga, setidaknya ada sekitar 300 hektar sawah dan perkebunan karet serta sawit milik masyarakat. Jadi memang sifat pembangunan kita pilih yang urgen,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini dia bersama warga lainya sudah memulai titik nol pembangunan. Diharapkan, dengan pembangunan akses menuju perkebunan ini, aktivitas warga menjadi lebih lancar sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Untuk pembangunan lain kita akan survei lagi, tapi untuk 2017 ini kita utamakan jembatan ini dulu,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …