Home / Gema Sriwijaya / Proyek Pengalihan Arus Sungai Diduga Minim Pengawasan

Proyek Pengalihan Arus Sungai Diduga Minim Pengawasan

Proyek pengalihan arus sungai senilai Rp 10,3 miliar yang diduga minim pengawasan. (foto-andifatra/koransn.com)

Prabumulih, KoranSN

Warga dan pihak Kelurahan Payuputat, berharap dengan pihak pelaksana proyek pengalihan arus (Krib) atau peningkatan perkuatan tebing Sungai Lematang dikerjakan dengan baik dan harus mengutamakan kualitas pekerjaan .

Harapan itu disampaikan menyusul dugaan kurangnya pengawasan dari pihak terkait terhadap proyek senilai Rp 10,3 milir dan bersumber dari APBN itu. Apalagi papan proyek diduga tidak ditempatkan di lokasi terbuka agar mudah dilihat umum.

Pelaksana Lapangan PT Lamsaruly Artha Kencana , Tulus Simanjuntak menjelaskan, proyek pengalih arus Sungai Lematang sumber dananya berasal dari APBN di Kementerian PUPR. “Proyek pengalih arus setidaknya membutuhkan 4.525 hexapod,” ujar nya

Dijelaskannya fungsi dari beton pemecah arus atau hexapods tersebut diperlukan untuk memperlambat laju arus sungai. Selain itu, beton pemecah arus juga diperlukan untuk mempertahankan dinding penahanan tanah supaya tidak abrasi akibat terjangan air sungai yang cukup deras.

Baca Juga :   Air Sugihan Juara Umum Lomba Qasidah se-OKI

Menurutnya, hexapods memang diletakan bertumpuk tidak beraturan di beberapa titik agar arus Sungai Lematang yang deras pecah, sehingga tidak langsung menghantam dinding sungai.

“Dalam kontraknya kita membuat sebanyak 4.525 hexapods dengan anggaran Rp 10,3 miliar. Hexapods dicetak sendiri dengan material adukan semen, pasir, koral dan besi. Hexapods merupakan beton bertulang K 225. Pekerjaan di mulai dari bulan Agustus dan progres pengerjaannya sudah diatas 80 persen,” jelasnya.

Disinggung terkait pengawasan dan papan proyek, Tulus menegaskan kalau sejauh ini pihak terkait dan konsultan kerap melakukan pengawasan dan pengecekan langsung di lapangan.

“Kebetulan saja orang PU dan konsultannya waktu kawan-kawan media datang sedang keluar ada pekerjaan di Palembang. Mereka selalu mengawasi pekerjaan kita kok. Nah kalau untuk papan proyek sebenarnya sudah dipasang, namun karena lokasinya mengganggu pekerjaan makanya kita copot. Yang pasti papan proyek ada namun memang kami simpan dan tidak dipasang lagi,” tegasnya.

Baca Juga :   Silet & Paku di Blok LP Kayuagung

Sementara Lurah Payuputat Edi Susanto SE menyatakan, sejauh ini proyek tersebut tidak ada masalah. Bahkan pihaknya berharap proyek pengalih arus itu dapat mengurangi banjir yang selama ini kerap terjadi.

“Semoga saja proyek tersebut dapat mengurangi banjir. Kita minta pihak pemborong untuk mempertahankan kualitas pekerjaannya. Dan janji pihak pemborong kepada masyarakat, jalan yang rusak akan diperbaiki dengan cara dicor beton. Kami berharap semua pihak ikut mengawasi proyek tersebut karena nilainya cukup besar Rp 10,3 miliar,” pungkasnya. (and)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dinsos Muba Sebar Alat Bantu Penyandang Disabilitas

Sekayu, KoranSN Perhatian terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Musi Banyuasin terus digencarkan. Kali ini Bupati …