Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / ‘PT’ Buronan Pembunuh Pelda Aceng Tertangkap di Rumahnya

‘PT’ Buronan Pembunuh Pelda Aceng Tertangkap di Rumahnya

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Cahyo Budisiswanto. (Foto-Dedy/Koransn)
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budisiswanto. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budisiswanto, Jumat (4/11/2016) mengatakan, ‘PT’ tersangka kasus pembunuhan Pelda Aceng anggota TNI Kesdam II/Swj yang selama ini menjadi buronan pihak kepolsian telah ditangkap di Muara Enim.

Menurut Cahyo, tersangka ‘PT’ ditangkap di rumah orang tua tersangka, di Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Usai dibekuk tersangka ‘PT’ kemudian diamankan di Polres Muara Enim untuk dilakukan pemeriksaan lebihlanjut.

“Tersangka ‘PT’ ditangkap tim gabungan, Kamis kemarin (3/11/2016) di rumah orang tuanya. ‘PT’ merupakan satu dari lima tersangka pembunuhan korban Pelda Aceng, dimana empat tersangka lainnya yakni; ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, ‘ER’, dan ‘HR’ telah lebih dulu ditangkap,” kata Cahyo.

Dilanjutkan Cahyo, dengan telah tertangkapnya tersangka ‘PT’ maka lima tersangka pembunuhan korban semuanya telah berhasil ditangkap.

“Jadi, semua tersangka pembunuhan korban Pelda Aceng telah berhasil ditangkap. Terdiri dari; tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, dan ‘ER’ ketiganya ditangkap lebih dulu oleh Polres Muara Enim. Taklama kemudian, tersangka ‘HR’ menyerahkan diri ke Polda Sumsel, dan yang baru ditangkap yakni, tersangka ‘PT’,” jelasnya.

Dengan telah ditangkapnya kelima tersangka, lanjut Cahyo, maka langkah selanjutnya penyidik akan melengkapi berkas berkara agar para tersangkanya dapat dengan segera disidangkan di Pengadilan di Muara Enim.

“Para tersangka disidangkan disana (Muara Enim) karena pembunuhan korban locusnya (wilayah) terjadi di Muara Emim,” ujar Cahyo.

Disinggung keberadaan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, ‘ER’, dan ‘HR’ yang keempatnya sebelumnya telah diserahkan Polres Muara Enim ke Polda Sumsel? Cahyo tampak enggan mengungkapkan secara detail, karena menurutnya, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan lebihlanjut.

Baca Juga :   Dua Beradik Jambret HP Pelajar

“Yang jelas semua tersangkanya telah kita amankan, percayakan semuanya dengan penegak hukum untuk melakukan proses hukum selanjutnya. Sedangkan dalam pengungkapan kasus ini, kita dari Polda Sumsel hanya memback-up Polres Muara Enim,” tutup Cahyo.

Diketahui, Pelda Aceng anggota TNI Kesdam II/Swj tewas dibunuh dan dimutilasi oleh kelima terangka yakni; tersangka yakni; ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, ‘ER’, ‘HR’ dan ‘PT’. Bahkan usai dibunuh, tubuh korban dimutilasi menjadi lima bagian kemudian jenazah korban dibakar kelima tersangka hingga menjadi abu.

Kasus pembunuhan korban terungkap, berawal dari adanya laporan isteri korban, Jumat 21 Oktober 2016 ke Polres Prabumulih. Korban sendiri diketahui berdomisili di Kelurahan Cambai Kota Prabumulih.

Berdasarkan laporan itu, jajaran Polres Prabumulih bekerja sama dengan Polres Muara Enim dan Polsek Gelumbang, mengingat wilayah Kecamatan Kelekar masih masuk dalam wilayah hukum Polsek Gelumbang.

Selanjutnya, personil gabungan tersebut berhasil mengamankan dua orang tersangka yaitu; ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’, saat berada di Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Kemudian, Sabtu 22 Oktober 2016 sekitar pukul 23.00 WIB petugas Polres Muara Enim mengamankan tersangka ‘ER’. Sementara untuk tersangka ‘HR’, Selasa 25 Oktober 2016 menyerahkan diri ke Mapolda Sumsel.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Arh Syaiful Mukti Ginanjar, sebelumnya juga telah mengkungkapkan, korban Pelda Aceng memang merupakan anggota TNI yang kesehariannya bertugas sebagai staf di Kesdam II/Swj. Pembunuhan korban diduga karena motif hutang piutang.

“Untuk mengungkap kasus pembunuhan korban, kita telah menurunkan Polisi Militer dan Intel untuk membantu penyelidikan yang kini dilakukan Polres Muara Enim. Jadi, kita hanya membantu karena semuanya kita serahkan kepihak kepolisian. Namun untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron, kita melibatkan Polisi Militer dari Pomdam dan Intel kita untuk mengejar kedua pelaku tersebut,” tegasnya

Baca Juga :   Ratusan Hektar Hutan Kayu Gelam Terbakar

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan juga telah mengungkapkan, dari kelima tersangka, khusus untuk tersangka ‘HR’ adalah eksekutor utama pemutilasi korban.

“Jadi eksekutornya diduga ‘HR’, sedangkan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan tersangka lainnya hanya turut menganiaya korban namun tidak memutilasi korban,” kata Kapolres.

Lebih jauh dijelaskan Kapolres, sebelum dibunuh dan dimutilasi, awalnya korban datang ke rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ untuk menagih hutang. Namun, setiba korban di lokasi kejadian, korban terlibat cecok mulut dengan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’.

“Ketika terlibat cekcok mulut tersebut, tiba-tiba korban dipukul ‘HR’ dengan sebilah kayu dari arah belakang hingga mengakibatkan tubuh korban sempoyongan dan terkapar tidak sadarkan diri di lantai rumah. Selanjutnya, barulah korban dieksekusi dan dimutilasi menjadi lima bagian. Dimana mutilasi tubuh korban dilakukan tersangka di ruang tengah rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, hingga menyebabkan lantai bersimbah darah,” terang Kapolres.

Untuk menghilangkan jejak, sambung Kapolres, kemudian tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ membersihkan darah korban di lantai dengan cara dipel, yang mana airnya ditimbah oleh tersangka ‘ED’.

“Setelah itu, jasad korban yang sudah terpotong menjadi lima bagian dimasukan ke dalam karung dan tempat kotak karet, lalu diangkat menggunakan sepeda motor ke perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Di lokasi inilah jasad korban dibakar. Sementara untuk sepeda motor korban dibuang tersangka ke Sungai Kelekar,” tandas Kapolres. (ded/yud)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

5 Tahun Buron, Pembunuh Yudhistira Akhirnya Dibekuk Polres Pagaralam

Pagaralam, KoranSN Hengki Fransisco (26), warga Tebat Baru Ulu Kecamatan Pagaralam Selatan ditangkap jajaran Polres …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.