PT Medco Bertele-Tele Bayar Ganti Rugi Kepada Warga PALI


Tampak lokasi yang terkena limbah minyak mentah PT Medco EP. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Belum usainya permasalahan ganti rugi yang timbul akibat kelalaian PT Medco E&P, yakni pipa minyak mentah jalur tranfer Jene-Pengabuan tepatnya di Km 62 yang bocor akibat korosi, di Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Jumat lalu (10/11/2017) hingga hari ini tidak ada kejelasan.

Perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi ini, terkesan bertele-tele dan mengelak untuk membayar gantirugi yang telah disepakti dari pihak perusahaan dan masyarakat yang dirugikan dari cairan minyak mentah.

Dari hasil mediasi yang dilakukan di ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI yang dipimpin langsung ketua DPRD dan anggota komisi II DPRD, pada Selasa lalu (13/2/2018), pihak perusahaan Medco akan memastikan keputusan pembayaran ganti rugi pada 26 Febuari 2018, dengan ketentuan ganti rugi karet warga dihargai sebesar Rp 6000/kg, untuk setiap kepingnya ditaksir seberat 50 Kg.

Sedangkan untuk ganti rugi tanam tumbuh, merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2017. Namun demikian, perusahaan hingga kini tak ada kabar dan etikat baiknya.

Baca Juga :   Sekjen PP: Jadikan Donor Darah Gaya Hidup

Kepala Desa (Kades) Suka Maju, Rudini saat dijumpai SN belum lama ini, menerangkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum ada sama sekali bertemu dengan pihak Medco usai melakukan mediasi di kantor dewan beberapa waktu lalu

“Hingga kini belum ada etikat baik dari perusahaan, padahal kesepakatan di dewan kemarin telah disetujui, dan juga disaksikan ketua DPRD. Berarti perusahaan ini memang membangkang dan terkesan tidak mau ganti rugi. Didepan wakil rakyat saja masih berkilah, bagaimana kalau tidak di mediasi DPRD, mungkin rakyat dibodohi.” tegas Kades Suka maju.

Selain itu, Rudini juga menjelaskan bahwa, pihaknya sempat berkoordinasi via telpon kepada pihak perusahaan. Namun, lagi-lagi pihak perusahaan belum memastikan.

“Beberapa waktu lalu saya sempat menanyakan hal ini kepada pihak Medco, malah dijawab Akan segera kita lakukan untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

Baca Juga :   Outbond Hotel Grand Zuri Makin Hebat dan Dipercaya

Untuk kedepannya, Kades mengaku tetap melakukan koordinasi dengan perusahaan dan memimta Dewan mendesak agar perusahaan segera melakukan kewahibannya.

“Kita tetap koordinasi dengan perusahaan, dan kita juga meminta anggota Dewan kita mendesak perusahaan tersebut, agar tidak bertele-tele untuk melakukan kewajiban kepada warga,” ucapnya

Sementara itu, dari pihak perusahaan PT Medco E&P melalui Humasnya, Yulianto saat dihubungi Suara Nusantara tidak dapat dihubungi. Bahkan, saat Suara Nusantara mencoba menghubunginya melalui pesan whatsapp pada, Minggu (18/3/2017) tidak kunjung ada balasannya, padahal yang dikirim Suara Nusantara kepadanya sudah ada centang biru, tanda sudah dibaca. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

OKU Timur Siap Gelar STQH Tingkat Provinsi

Martapura, KoranSN Kabupaten OKU Timur menjadi tuan rumah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an Hadits (STQH) XXVI …