Home / Gema Sriwijaya / Puluhan Hektar Padi di Bukit Langkap Terancam Gagal Panen

Puluhan Hektar Padi di Bukit Langkap Terancam Gagal Panen

Tampak sawah milik petani di desa Bukit Langkap terendam banjir,diduga luapan kedua sungai yang mengelilingi desa tersebut. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Curah hujan tinggi sepekan terakhir, membuat puluhan hektar lahan padi milik sejumlah petani sawah di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, terancam gagal panen, karena terendam banjir luapan kedua sungai yang mengelilingi desa itu.

“Rakyat miskin semakin miskin. Kami sangat berharap tanaman padi kami ini tidak gagal, tapi sekarang terendam banjir, jelas gagal panen,” ucap Nursia (44), warga Bukit Langkap, Minggu (7/1/2018).

Dikatakannya, kegagalan panen sudah didepan mata, apalagi sekarang musim penghujan dengan curah yang sangat tinggi. Sehingga.

“Kami sekarang tidak bisa berbuat banyak hanya bisa berharap adanya bantuan atau solusi dari pemerintah sehingga kami tidak lagi mengalami kerugian,” ungkapnya.

Senada Kadir, petani desa setempat mengaku, kegagalan bukan hanya terjadi kali ini, tetapi pernah juga pada tahun sebelumnya. Tetapi, karena belum ada aliran air atau irigasi permanen maka akan terus terjadi kegagalan yang menghantui petani padi.

“Kami berharap adanya irigasi permanen sehingga luapan kedua sungai tidak lagi merendami padi kami ini tapi teraliri melalui irigasi yang tersedia. Perekonomian kami jelas akan menurun,karena disisi lain mengandal karet tetapi harganya sangat murah,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Muratara Suhardiman mengatakan, sangat khawatir dengan kondisi petani di Muratara yang terancam gagal panen.

“Terutama petani padi di desa Bukit Langkap itu diapit 2 sungai yang meluap jika curah hujan sangat tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan Desa Bukit Langkap terjadi banjir karena diapit oleh dua sungai. Namun, pihaknya selalu memantau kondisi pertanian masyarakat.

“Banjir tersebut selalu kami pantau, sebab desa tersebut diapit oleh dua sungai. Jika dua sungai itu meluap, pasti mengalami banjir dan kami harapkan banjir tidak akan lama. Kondisi ini selalu kami pantau,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Ratusan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih Diturunkan di Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Ketua KPUD Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri melalui Devisi Teknis, Efrizal mengatakan, guna mensukseskan ...

error: Content is protected !!