Puluhan Pengendara Kocar Kacir Liat Razia Polisi

Tampak petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan pengendara motor. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, SN

Puluhan pengendara sepeda motor, Sabtu malam (29/7/2017) dibuat kocar-kacir ketika melintasi beberapa lokasi pusat keramaian dan sejumlah titik jalan di Kota Palembang lantaran adanya giat razia ‘Patroli blue light patrol’ oleh apara kepolisian Polresta Palembang.

Untuk menghindari razia tak sedikit pengendara nekat menerobos pembatas jalan, melawan arus, hingga bersembunyi di pangkalan ojek.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, sedikitnya ada puluhan pengendara sepeda motor terjaring dalam operasi yang digelar aparat Polresta Palembang dan 14 jajaran Polsek dibawahnya.

“Kegiatan razia ‘Patroli terpadu antar instansi ini’ bertujuan guna mengantisipasi premanisme, narkoba, senpi, sajam dan kegiatan balapan liar serta pelaku tindak kejahatan lainnya. Razia kali ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Sat Sabhara Polresta Palembang, Brimob Polda Sumsel,TNI Kodim, POM dan Sat Pol PP,” jelasnya.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk jajaran Polsek masing-masing yang melakukan razia berhasil mengamankan belasan R2, seperti Polsek IT I mengamankan 9 R2, Polsek IT II mengamankan 14 R2 tanpa surat, 1 R4 tanpa surat, Polsek Gandus mengamankan 3 R2, Polsek IB I mengamankan, 2 R4, 1 R2 dan 1 orang membawa sajam, Polsek IB II mengamankan 9 R2.

Baca Juga :   Kadinsos OKU Ditahan, Bakal Ada Tersangka Baru dalam Korupsi Lahan Kuburan

“Sementara untuk polsek lainnya seperti Polsek Plaju berhasil mengamankan 3 R2
Polsek SU I mengamankan 3 R2, Polsek Sukarami mengamankan 3 R2, Polsek Kemuning mengamankan 3 R2, Polsek Sako hanya mengamankan 1 Tilang STNK dan 2 Tilang SIM, Polsek Kalidoni mengamankan 3 R2 dan 1 orang bawa sajam, Polsek SU II mengamankan 3 R2, dan Polsek KSK Boom Baru mengamankan 2 R2 tanpa surat,” ungkapnya.

Diungkapkannya, berbeda dengan kegiatan razia pada siang hari yang fokus melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang melintas, namun pada operasi malam hari ini targetnya pada pelanggaran kasat mata dan dinilai berisiko terjadi kecelakaan. Di antaranya, pengendara yang tidak mengenakan helm, kendaraan tidak dilengkapi kaca spion dan yang berboncengan tiga.

Baca Juga :   Bos Travel Umroh Raup Rp 20 Miliar dari Menipu 1000 Calon Jamaah Umroh & Haji di Sumsel

“Razia malam ini targetnya untuk menekan angka kecelakaan. Sebab cenderung masyarakat mengabaikan keselamatan saat berkendara malam hari, mungkin karena beranggapan tidak ada penjagaan polisi. Padahal, siang ataupun malam potensi kecelakaan sama saja bahkan catatan kami angka kecelakaan pada malam hari lebih tinggi,” katanya.

Diungkapkannya, hal ini perlu dipahami oleh masyarakat pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan tertib lalu lintas saat berkendara sekalipun malam hari. (den)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Satgas Pamtas Tangkap Dua Pelaku Sindikat Pengiriman PMI Ilegal

Pontianak, KoranSN Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas mengamankan dua pelaku sindikat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) …