Home / Wisata / Pusat Latihan Gajah Bukit Jempol di Lahat Jadi Daya Tarik Wisatawan

Pusat Latihan Gajah Bukit Jempol di Lahat Jadi Daya Tarik Wisatawan

Wisatawan saat menaiki gajah di Pusat Latihan Gajah (PGL) yang berlokasi di kawasan Hutan Suaka Alam Bukit Jempol Kabupaten Lahat. (foto-istimewa)

Lahat, KoranSN

Kabupaten Lahat memiliki banyak potensi wisata, salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik para wisatawan yakni Pusat Latihan Gajah (PGL) yang berlokasi di kawasan Hutan Suaka Alam Bukit Jempol Kabupaten Lahat.

Di Pusat Latihan Gajah ini, terdapat sejumlah Gajah Sumatera sehingga para wisatawan dapat melihat gajah-gajah yang sedang dilatih dan gajah yang sangat bersahabat dengan para pengunjung. Bukan hanya itu, di lokasi tersebut juga terdapat beberapa fauna seperti; monyet ekor panjang, beruang madu, kancil, kijang, babi, rusa dan ayam hutan.

Selain terdapat Pusat Latihan Gajah, Kabupaten Lahat juga memiliki ratusan air terjun dan batu megalith terbanyak se-Indonesia. Kekayaan alam inilah yang membuat Lahat menjadikan kabupaten tujuan wisatawan di Sumsel.

Selain itu, keindahan pemandangan Bukit Jempol atau Bukit Selero yang mempersona tentunya juga menjadi panorama yang dapat dinikmati bagi para wisatawan yang berkunjung ke kabupaten ini.

Penggiat Wisata Kabupaten Lahat, Mario Andramartik mengatakan, Bukti Jempol yang sangat populer ini merupakan bukit terunik di dunia. Disebut Bukit Jempol, karena jika di lihat dari Kota Lahat, bukit ini sangat persis dengan bentuk jempol jari manusiam bahkan nyaris seperti jempol raksasa. Sedang ketika di lihat dari arah timur atau arah Muara Enim, bukit ini berbentuk seperti telunjuk raksasa.

Diungkapkannya, Bukit Jempol juga dikenal dengan nama Bukit Serelo. Dimana nama Serelo diambil dari nama sungai yang mengalir dari bukit ini yaitu Sungai Serelo, dan memang bukit ini sangat unik karena tidak ada ditemukan di belahan dunia manapun.

Baca Juga :   Manapaki Sejarah Penuh Makna di Negeri Turki

Menurut Mario, Bukit Jempol secara administrasinya terletak di Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi Barat yang berbatas dengan Desa Padang Kecamatan Merapi Selatan, di sebelah Barat dan berbatas dengan Kabupaten Muara Enim di sebelah Timur dan Selatan.

Untuk mencapai Bukit Jempol ini, adapun rutenya kalau dari arah Muara Enim yakni tepatnya di Desa Telatang Kecamatan Merapi Barat terdapat pertigaan di sebelah kiri jalan. Sementara kalau dari arah Kota Lahat, perjalanan dilakukan setelah jembatan Desa Kebur lalu belok kanan di pertigaan Desa Telatang yang di lokasi terdapat tanda dua patung gajah. Dari simpang tiga ini, pengunjung atau wisatawan harus menempuh jalan ke arah selatan dengan jarak sekitar 7 Km.

Setelah perjalanan dari Simpang Tiga Desa Telatang, maka wisatwan baru sampai di kaki Bukit Jempol. Di lokasi ini memang tidak terdapat perkampungan penduduk, yang ada hanya kebun karet dan pertambangan batubara. Jalan aspal relatif bagus, ada beberapa tikungan dan tanjakan serta turunan yang harus diwaspadai karena jalan tidak begitu lebar.

Gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah Lahat.

Selama perjalanan menuju Bukit Jempol, banyak pemandangan indah yang dilalui, misalnya seperti; bukit barisan dengan puncak tertingginya Bukit Jempol dan perkebunan karet di tepi jalan serta pertambangan batubara. Taklama kemudian, barulah tampak gerbang bercat hijau dengan tulisan Selamat Datang di Hutan Suaka Alam (HSA) Pusat Latihan Gajah (PGL).

Usai melewati pintu gerbang tersebut, terdapat sebuah rumah atau kantor penjaga wilayah. Siapapun yang memasuki wilayah ini harus melapor. Usai melapor, barulah para wisatawan dapat menikmati pemandangan Bukit Jempol serta melihat gajah-gajah Sumatera yang saat ini berjumlah 10 gajah.

Baca Juga :   Prajurit Terakota Xi'an Ternyata Punya Kemiripan Dengan Borobudur

Keindahan Bukit Jempol dengan Pusat Latihan Gajah ini memang sangatlah unik dan tak ada duanya di dunia, hingga wajar menjadi salah satu tempat tujuan bagi para wisatawan.

Untuk diketahui, Pusat Latihan Gajah (PGL) Bukit Jempol atau Bukit Serelo pada awalnya berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) seluas ± 100 ha. Lokasinya berhimpitan dengan hutan lindung seluas ± 100 ha. Pada tahun 1992, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 953/Kpts-II/1992 tanggal 3 Oktober 1992 sebagian kawasan hutan yang termasuk dalam APL ditunjuk sebagai kawasan hutan dan menggabungkan dengan hutan lindung.

Kemudian di tahun 1993/1994 dilakukan tata batas definitif dengan luas menjadi 210 ha. Kemudian pada tahun 2001, sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor SK. 76/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001, Pusat Latihan Gajah ditunjuk menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 210 ha. Lalu pada tahun 2009 terbit SK Menteri Kehutanan Nomor. SK 739/Menhut-II/2009 tanggal 19 Oktober 2009 yang menetapkan kawasan tersebut sebagai Hutan Suaka Alam Pusat Latihan Gajah.

Hingga saat ini kawasan ini sebagai habitat gajah dan mempunyai potensi ekowisata yang menarik untuk dikembangkan serta didukung dengan panorama alam yang menarik, di bawah Bukit Jempol sebagai ikon wisata Kabupaten Lahat. (rob)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Festival Taman Nasional Promosikan Ekowisata

Badung, KoranSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata …