Puting Beliung Terjang Pemalang, Puluhan Orang Mengungsi

Pengungsi akibat rumah mereka rusak diterjang angin puting beliung di Pemalang, Jawa Tengah. (foto-net/detiknews.com)

Pemalang, KoranSN

Sebanyak 50 orang mengungsi akibat rumah mereka rusak diterjang angin puting beliung di Pemalang, Jawa Tengah. Mereka mengungsi di Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Bojongnangka.

Berdasarkan pantauan, Senin (1/1/2018), sebagian besar pengungsi adalah perempuan, lansia dan anak. Mereka sudah mengungsi sejak semalam. Sedangkan para laki-laki dewasa memilih untuk tinggal di sekitar rumah sambil menjaga barang-barang milik keluarganya.

Para pengungsi tidur dengan beralas karpet dan tempat tidur lipat yang disediakan oleh BPBD Pemalang. Salah seorang pengungsi, Muniroh (32) warga Desa Bojongnangka RT 04 RW 05 mengaku rumahnya rusak parah disapu angin puting beliung Minggu (31/12) sore.

“Ya beginilah kondisinya. Layak sih ada karpet kasurnya (di pengungsian),” jelas Miniroh di posko pengungsian.

“Ramai-ramai seperti ini hangat. Ini kan terpaksa. Kalau disuruh memilih ya di rumah, tapi rumahnya belum diperbaiki ya terpaksa disini,” katanya.

Salah seorang warga lainnya yang memilih berjaga di sekitar tempat tinggalnya yang rusak, Rochmadi mengaku ingin mengamankan harta bendanya yang tersisa.

Baca Juga :   Cegah Radikalisme dan Terorisme, FKPT Sumsel Gelar Literasi Digital

“Kita berjaga di sekitar rumah untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk barang berharga sudah kita rapikan dan ungsikan ditempat saudara sejak siang tadi,” kata Rochmadi.

Kepala BPBD Pemalang Wismo menjelaskan bahwa keperluan pengungsi sudah dipenuhi. Termasuk keperluan untuk bayi, balita dan obat-obatan.

“Kita langsung dropping perlengkapan bayi dan obat-obatan agar di pengungsian ini, nyaman. Dan semua perlengkapan mencukupi sembari menunggu perbaikan rumah besok,” kata Wismo.

Dijeaskan Wismo warga yang mengungsi merupakan warga yang rumahnya tidak layak dihuni karena rusak.

“Besok kita bersama gotong royong kembali untuk memperbaiki setelah tadi kita lakukan pembersihan puing-puing karena angin puting beliung,” jelas Wismo.

Wismo menjelaskan sekitar 250 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan relawan hari ini telah membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak akibat puting beliung.

Angin puting beliung yang menerjang 4 desa ini merusak 182 rumah warga. Sekda Pemkab Pemalang Budhi Rahardjo menambahkan kerugian materiil yang diakibatkan bencana ini mencapai Rp 2,070 miliar.

Baca Juga :   Di Usia ke-70, BNI Sinergi Kembangkan Negeri

“Kerugian material tadi BPBD sdah kalkulasi ada Rp 2,070 miliar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tutur Budhi.

Untuk perbaikan rumah warga yang rusak pihak Pemerintah Kabupaten Pemalang akan menggunakakan dana dari APBD.

“Masalah nanti pebaikan rumah pemkab memakai APBD, hanya perlu pemberitahuan pada dewan,” jelasnya.

Untuk kerusakan ringan, pihaknya akan mengambil genting dari para perajin genting yang berada di Kecamatan Bantarbolang.

“Besok pagi sudah bisa dilakukan perbaikan. Besok ada 300 prajurit TNI, 300 porsenil dari Polri yang akan siap untuk membantu,” jelas Budhi.

“Yang rusak parah ada bantuan Rp 5 juta dan rusak sedang 3 juta dan yang ringan Rp 2,5 juta ini modal awal ya,” katanya. (detik.com)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Masyarakat Diminta Cari Informasi Tentang Vaksin yang Benar

Jakarta, koranSN Sembari menunggu kedatangan vaksin, dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog meminta kepada masyarakat agar …