Putuskan Mata Rantai Pungli dan Korupsi!

b1grrf7b
FOTO/NET

TAMPAKNYA oknum-oknum pejabat yang selama ini terus merongrong Negeri ini dengan sikap merugikan Bangsa dan rakyat, sudah tak nyaman untuk bergerak. Hal tersebut disebabkan Pemerintahan telah dan terus membatasi ruang gerak mereka, dengan berbagai kebijakan.

Usaha keras pemerintah ini nampaknya harus diapreasiasi, karena sudah sejak lama, mafia di banyak lembaga atau departemen bak benang kusut. Tak hanya itu pungutan liar (pungli) menjadi seperti biasa saja, karena selama ini tak tersentuh hukum.

Kita amati, Pemerintah terus melakukan usaha pemberantasan korupsi. Di beberapa daerah banyak sekali oknum pejabat yang harus sibuk dengan aparat karena terkena OTT KPK. Ada juga oknum pejabat yang wara wiri diperiksa jaksa atau polisi, karena menggunakan anggaran pemerintah tak sebagaimana mestinya.

Baca Juga :   Hari Kesaktian Pancasila, Masihkah Bermakna Untuk Kita?

Untuk urusan pemberantasan korupsi dan pungli ini, Kepala Negara bahkan tak main-main, sudah ada warning dari Presiden kepada oknum pejabat yang masih coba-coba korupsi, agar segera menghentikan kebiasaan tersebut.

Satu yang diharapkkan rakyat banyak, aksi dan sikap Pemerintah ini hendaknya serius dan tanpa pandang bulu. Sudah terlalu lama rakyat menjadi penonton terhadap ulah oknum pejabat yang terus menerus tersandung hukum karena pungli dan korupsi.

Harusnya Bangsa yang besar, kaya raya dengan hasil alam ini, sudah lama maju dan menjadi terdepan. Tetapi banyak permasalahan yang terus membayangi arah kemajuan Negeri ini. Sudah saatnya ada perubahan mendasar agar percepatan untuk menjadi lebih baik dan bisa terwujud.  (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Baca Juga :   Belum Ada Jalan Keluar Untuk Truk Batubara
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

UU Cipta Kerja: Surga atau Fatamorgana?

Penulis: Nizwar Affandi (Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia) TANGGAL 5 Oktober kemarin UU Cipta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.