Raba Pasien Cantik, Perawat National Hospital Jadi Tersangka

Tersangka (memakai topeng) pelecehan terhadap pasien di Surabaya. (foto-net/vivanews.com)

Surabaya, KoranSN

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menetapkan JN sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual, terhadap seorang pasien perempuan berinisial W.

Saat melakukan perbuatannya, JN berstatus sebagai perawat di National Hospital Surabaya.

JN ditetapkan tersangka, setelah penyidik melakukan gelar perkara pada, Jumat (26/1/2018) kemarin. Hasilnya, ditemukan dua alat bukti cukup terjadinya perbuatan pidana yang disangka dilakukan oleh JN.

“Penyidik dengan diawasi pengawas internal Polrestabes Surabaya melakukan gelar perkara tadi malam,” kata Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Rudi Setiawan di kantornya, kemarin.

Baca Juga :   Presiden: Terima Apa Adanya Kepulangan WNI Setelah Observasi di Natuna

Tersangka JN, lanjut Rudi, ditahan untuk dua puluh hari ke depan. Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara tersebut. “Tersangka membenarkan bahwa telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Keperawatan National Hospital, Jenny Firsiana, mengatakan bahwa JN bekerja sebagai perawat di National Hospital sejak lima tahun lalu.

Ia sudah dipecat setelah kasus pelecehan terhadap W diusut polisi. “Manajemen menyerahkan kasus ini sesuai aturan hukum berlaku dan kedisiplinan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :   KPK Diminta Periksa Menteri ESDM Terkait 'Jet Pribadi'

Kasus ini bermula ketika video seorang pasien wanita menghardik seorang pria berpakaian perawat tersebar dan jadi viral di media sosial. Perempuan cantik itu menangis karena merasa diraba-raba dadanya oleh si pria yang dihardik. (viva.co.id)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BPBD Klaten Imbau Warga KRB III Segera Turun

Klaten, KoranSN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau warga yang tinggal …