Rabu , Januari 23 2019
Home / Nasional / Ramadan Jatuh Kamis, Naqsabandiyah Sudah Puasa Hari Kedua

Ramadan Jatuh Kamis, Naqsabandiyah Sudah Puasa Hari Kedua

Ilustrasi. (foto-net)

Jakarta, KoranSN

Meski baru hari ini Kementerian Agama menggelar sidang Isbat dan menyebutkan bahwa puasa akan dimulai Kamis 17 Mei 2018, namun jemaah tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah telah melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Jemaah ini sudah menjalani puasa pada hari kedua.

Seorang jemaah Naqsabandiyah Al Kholidiyah, Billy mengatakan, jemaah ini menghitung 1 Ramadan 1439 Hijriyah jatuh pada Senin kemarin, 14 Mei 2018. Mereka juga sudah menggelar salat tarawih sejak Minggu malam, 13 Mei 2018.

“Hari ini sudah hari kedua kita melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” ucap Billy di Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga :   Dua Pimpinan Diteror, KPK Tak Surut Berantas Korupsi

Sementara itu, kegiatan ibadah salat tarawih oleh jemaah Naqsabandiyah Al Kholidiyah digelar secara berjemaah oleh suluk tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah di Jalan Kongsi Gang Leman Harahap, Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tarekat ini berpusat di pondok pesantren Bandar Tinggi Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jemaahnya tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, jemaah ini paling banyak diketahui berada dari Sumatera Utara.

“Penetapan 1 Ramadan pada tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah tetap mengacu pada Alquran dan hadits. Penghitungan didasarkan pada kalender hisab qamariah,” kata Billy.

Baca Juga :   Penurunan Status Gunung Dempo Tunggu PVMBG

Jemaah tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah lebih awal berpuasa dibanding waktu yang ditetapkan pemerintah melalui Kemenag. Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis 17 Mei 2018. (vivanews)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BMKG: Teknologi akan Selalu Kalah dengan Alam

Jakarta, KoranSN Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengatakan 90 persen tsunami disebabkan ...