Selasa , November 13 2018
Home / Lacak / Rampas Samurai Saat Bentrok, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dibacok

Rampas Samurai Saat Bentrok, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dibacok

Tersangka Herliansyah saat membacok korban Ristal Alam dari belakang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Security PT Lonsum, Ristal Alam (27) tewas dibacok senjata tajam (Sajam) jenis golok dari arah belakang disaat korban hendak merampas samurai yang dibawa oleh tersangka Najamudin (46).

Hal ini terungkap, Senin (22/10/2018) saat pihak kepolisian Unit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekonstruksi bentrok sengketa lahan antara warga SP 3 Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat dengan PT London Sumatera (Lonsum) yang menewaskan korban.

Dalam rekonstruksi tersebut dihadirkan keempat tersangka, mereka yakni; Najamudin (46), warga SP 3 Palem Baja Desa Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Lahat, Herliansyah (29) warga Desa Tanah Pilih Kecamatan Gumay Talang Lahat, Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Gumay Talang Lahat, yang ketiganya menganiaya korban hingga tewas.

Selain itu tersangka Risansi alias Anggok (48), selaku oknum Kades Suka Makmur yang berperan sebagai provokator juga dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.

Ada 15 adegan yang digelar pihak kepolisian dalam rekonstruksi yang dilakukan di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel tersebut. Dimana kejadian ini berawal saat tersangka Risansi yang merupakan oknum Kades mengumpulkan warga di balai desa. Lalu tersangka meminta warga melakukan patroli di lahan yang disengketakan.

Terungkap juga dalam adegan rekosntruksi, jika tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri telah mempersiapkan membawa senjata tajam dari rumah sebelum ketiganya mendatangi lokasi kejadian dengan mengendarai mobil pick up.

Bahkan saat ketiga tersangka tiba di lokasi kejadian, ketiganya langsung memegang senjata tajam lalu melarang pegawai PT Lonsum yang sedang memanen sawit. Melihat hal tersebut membuat korban Ristal Alam dan beberapa temannya sesama security PT Lonsum mendatangi ketiga tersangka.

Disaat korban mendekati tersangka Najamudin untuk merampas senjata tajam jenis samurai yang saat itu berada di tangan tersangka, ketika itulah korban langsung dibacok dari belakang oleh tersangka Herliansyah hingga membuat korban terjatuh. Bahkan saat itu tersangka Najamudin mencabut keris lalu menusukan keris tersebut ke perut kanan korban hingga membuat korban meninggal dunia.

“Rekonstruksi ini dilakukan untuk mengulangi fakta kejadian yang sebenarnya terkait tewasnya korban. Rekonstruksi juga digelar untuk melengkapi berkas perkara yang dalam waktu dekat berkasnya akan diserahkan ke jaksa, dan dalam rekonstruksi ini ada 15 adegan yang diperagakan langsung oleh para tersangka,” kata Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainury usai menggelar rekonstruksi.

Diberitakan sebelumnya, kejadian bentrok yang menewaskan korban ini terjadi, Jumat 21 September 2018. Korban tewas mengenaskan dengan luka bacokan senjata tajam dan luka tusuk di perut.

Tewasnya korban ini merupakan buntut protes terhadap pembukaan portal dan pemanenan perdana di areal perkebunan PT Lonsum yang dianggap masih sengketa oleh warga. Sebab sebelumnya Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat membacakan SK Bupati Lahat, yang membuka portal lahan seluas 303 hektar oleh warga di Desa Suka Makmur.

Dengan dibacakan SK tersebut maka lahan berupa perkebunan kelapa sawit yang ada di lokasi kejadian kini kembali dikelola oleh PT Lonsum. Selanjutnya, pihak perusahaan melakukan pemanenan di kebun tersebut.

“Kompensasi telah diberikan, tentu warga eks transmigrasi SP III Desa Suka Makmur tidak akan menuntut lagi lahan usaha II kepada PT Lonsum dan Pemkab Lahat,” tegas Ketua Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Kabupaten Lahat, Nazarudin Effendi saat itu.

Menurut Nazarudin Effendi, SK Bupati Lahat nomor 196/KEP/III/2012 tentang penyelesaian permasalahan lahan usaha II warga eks transmigrasi SP III BM V/B Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, sebenarnya telah diselesaikan.

Perkebunan itu telah dikuasai masyarakat sejak tahun 2012 yang lalu. Kemudian, ada penyelesaian namun muncul kembali permasalahan di tahun 2014, masyarakat kembali mengklaim lahan itu milik mereka.

“Jika ada permasalahan, silahkan masyarakat bernegosiasi dengan membawa bukti-bukti terkait klaim lahan yang ada, dan menyelesaikan secara hukum. Kita bacakan SK Bupati Lahat ini sesuai aturan,” tandasnya. (ded/rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Ditarik ke Semak-semak, Siswi SD Lapor ke Polisi

PALI, KoranSN Pelajar kelas 5 SDN di Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten ...

error: Content is protected !!