Ruko Guru Besar Unsri Didatangi Rampok Bersenpi

RAMPOK BERSENPI- Ruko dua pintu di Jalan Putri Kembang Dadar yang menjadi sasaran perampok bersenpi. Tampak Kapolsek IB I mengambil keterangan korban Gumanti. (Foto-sn/Dedy Suhendra)
RAMPOK BERSENPI- Ruko dua pintu di Jalan Putri Kembang Dadar yang menjadi sasaran perampok bersenpi. Tampak Kapolsek IB I mengambil keterangan korban Gumanti. (Foto-sn/Dedy Suhendra)

Palembang, KoranSN
Ruko dua pintu milik guru besar Fakultas Pertanian Unsri Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi di Jalan Putri Kembang Dadar No 39 B, RT 52 Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB I Palembang, Selasa dini hari (19/1/2016) pukul 02.00 WIB menjadi sasaran perampok bersenjata api (bersenpi).

Dalam aksinya kawanan pelaku yang berjumlah tiga orang ini sempat meletuskan senjata api sebanyak dua kali, yang diarahkan kepada Gumanti (30), karyawan Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi yang menghuni ruko tersebut.

Meskipun pelaku menembak Gumanti dari jarak tiga meter namun tembakan pelaku tidak mengenai korban. Setelah menambak, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam yang mereka kendarai, ketiga pelaku melarikan diri ke arah Musi II.

Informasi yang dihimpun, ruko milik Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi tersebut dihuni oleh tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK) yakni; Gumanti (30), serta keluarga dari kakak isteri Gumanti,
Darlina (30).

Kawanan pelaku mendatangi ruko korban lantaran hendak mencuri mobil Toyota Avanza warna putih BG 1707 MD milik Gumanti yang terparkir di halaman depan ruko. Namun aksi pelaku tepergok Gumanti dan Darlina yang saat itu terbangun dari tidurnya.

Dikatakan Gumanti, ketika kejadian ia tengah tertidur, tiba-tiba dirinya dibangunkan oleh isterinya Novi (25), dan kakak iparnya Darlina yang mendengar suara berisik dari depan ruko.

“Saat saya cek ke depan ruko, ternyata satu pelaku sudah berada di dalam mobil milik saya yang terparkir di halaman depan ruko. Sedangkan dua pelaku lainnya; satu berada di luar mobil dan satu pelakunya lagi berada di atas sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam yang mereka kendarai,” katanya.

Baca Juga :   Kecelakaan di Tol Kayuagung, 1 Tewas 6 Luka

Masih dikatakan Gumanti, melihat ketiga pelaku hendak mencuri mobil miliknya, dirinya langsung melempar salah satu pelaku dengan palu yang sebelumnya telah dibawanya.

“Saat saya lemparkan palu itu, salah satu pelaku yang di luar mobil langsung menembak saya dari jarak tiga meter, tapi tidak kena. Kemudian, saya maju hendak melakukan perlawanan, tiba-tiba pelaku yang berada di dalam mobil langsung keluar dan mencabut senjata api. Melihat itu, saya berlari ke samping ruko jadi saat pelaku itu menembak untuk kedua kalinya, tidak mengenai saya. Senjata api pelaku itu asli, sebab suaranya sangat keras, selain itu dari ujung pistol saat ditembakan mengarah ke saya mengeluarkan percikan api. Setelah menembak saya, pelaku kabur mengendarai sepeda motor, sementara mobil saya mengalami kerusakan di pintu samping serta kunci di stirnya,” ceritanya.

Dilanjutkannya, jika ruko yang ditempatinya memang merupakan milik guru besar Fakultas Pertanian Unsri, Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi.

“Saya diminta bapak (Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi) menghuni ruko ini. Dari itulah saya menempatinya dan disini setiap harinya saya berjualan buah-buahan,” tandasnya.

Ditambahkan Darlina, kakak ipar Gumanti, malam kejadian ia terbangun dari tidurnya karena mendengar suara brisik dan gaduh. Lalu, ia membangukan adiknya Novi yang taklain isteri Gumanti.

“Setelah itu Novi membangunakan Gumanti, kemudian Gumanti mengecek keluar ruko. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan sebanyak dua kali. Mendengar tembakan, kami di dalam ruko langsung berteriak rampok, taklama kemudian terdengar suara sepeda motor. Karena panik, kami keluar ruko untuk melihat keadaan Gumanti, ternyata dia (Gumanti) tidak tertembak,” tandasnya.

Baca Juga :   Setyo Wasisto Sebut "Red Notice" Djoko Tjandra Alami Beberapa Adendum

Sementara Prof DR Ir Fahrurrozi Syarkowi mengatakan, ia baru mengetahui kejadian tersebut pagi harinya setelah mendapat kabar dari anaknya.

“Rumah saya tak jauh dari ruko ini. Memang ruko ini milik saya, rencananya ruko ini mau saya buat untuk kantor. Tapi
sementara ini saya meminta Gumanti yang merupakan asisten saya menghuninya,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian.

Disinggung terkait aksi perampokan bersenpi yang terjadi. Dikatakannya, jika di lokasi memang sangat sepi hingga memudahkan para pelaku kejahatan melakukan aksinya.

“Apalagi saat malam hari disini sepi sekali. Bahkan baru-baru ini ada warga yang kehilangan sepeda motornya. Sedangkan untuk pelaku yang beraksi di ruko saya, karena pelaku membawa senjata api tentunya itu sangat berbahaya. Kita harap polisi dapat segera menangkap pelakunya,” tutupnya.

Kapolsek IB I Palembang Kompol God P Sinaga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dari keterangan saksi, pelaku berjumlah tiga orang mengendarai satu sepeda motor saat melancarkan aksinya.

“Pelaku tersebut hendak mencuri mobil milik korban namun kepergok oleh korban. Dari keteranga saksi, ada dua pelaku yang membawa senjata api, kemudian pelaku menembakan senjata api ke arah korban Gumanti tapi tidak mengenai korban. Sedangkan untuk jenis senjata apinya belum diketahui, sebab di lokasi kejadian kita belum menemukan proyektil pelurunya,” jelasnya.

Diungkapkannya, melihat dari pintu mobil yang dicongkel pelaku saat hendak melakukan pencurian, tidak mengalami kerusakan yang parah. Dari itu, Kapolsek menilai pelaku diduga pemain lama dan profesional.

“Kasus ini masih kita selidiki untuk mengungkap dan menangkap para pelakunya,” tegasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Lagi, Para Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Diagendakan Dipanggil Kejati

Palembang, KoranSN Setelah minggu lalu sejumlah mantan pejabat Pemprov Sumsel, diantaranya Akmad Najib (mantan Asisten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.