Ranginang, Penganan Legendaris yang Lestari

Penganan ranginang, pengananan legendaris yang masih bertahan dan lestari. (foto-antaranews)

Jambi, KoranSN

Ranginang merupakan salah satu penganan “legendaris” di Jawa Barat, juga di sejumlah daerah lainnya meskipun memiliki nama berbeda.

Terbuat dari beras ketan yang diolah dengan racikan yang sederhana membuat ranginang menjadi makanan yang tahan lama dan menjadi andalan di berbagai kegiatan masyarakat sebagai sajian wajib yang disajikan di dalam toples.

Di Jawa Barat, ranginang selalu ada di setiap pesta sebagai hidangan bagi tamu atau juga selalu tersedia di rumah-rumah penduduk untuk sajian bila ada tamu yang datang berkunjung.

Secara umum ranginang, yang dimasak dengan digoreng dengan minyak, itu warnanya putih. Penganan dari beras ketan itu mengembang ketika digoreng sehingga renyah saat disantap.

Mungkin anak-anak muda sekarang tidak banyak yang bisa bikin ranginang. Sebagian besar pembuatnya adalah orang tua. Resep sederhananya pun turun-temurun tanpa ada yang mencatatnya.

Baca Juga :   Asus Bawa Teknologi Terkini

Cara pembuatan ranginang juga tidak mudah. Bahannya adalah beras ketan putih, garam, terasi,dan sedikit daun pandan wangi untuk menambah aroma.

Untuk ranginang konvensional, beras ketan itu dibersihkan seperti biasa, kemudian ditanak hingga matang. Selanjutnya beras itu dicampur dengan sedikit terasi dan sedikit cairan daun pandan wangi hingga merata.

Kemudian beras ketan yang lengket itu kemudian dibentuk bulat-bulat dengan diameter maksimal 5-7 centimeter dan ketebalan sekitar 0,5 centimeter, yang dibentuk dan dalam ayakan atau saringan yang terbut dari anyaman bambu.

Namun dalam pembuatannya jangan terlalu ditekan, karena bisa berpengaruh kepada kerenyahan ranginang saat digoreng.

Bisa juga dicetak dan diletakan di atas alat khusus yang disebut ‘beleketebe’ yang terbuat dari anyaman pelepah daun kelapa. Kemudian setelah semua tercetak bulat-bulat langsung dijemur dalam tiga hari hingga seminggu untuk mendapatkan kekeringan yang maksimal.

Baca Juga :   Mazda CX-30 Asyik Diajak Bermanuver

Setelah kering dan mengelupas sendiri, maka jadilan ranginan yang siap dikonsumsi setelah digoreng terlebih dahulu.
Namun sekarang, ranginang itu sudah mulai banyak varian rasa. Selain aroma biasa juga ada aroma vanila, atau bahkan ada rasa coklat dan stowbery tergantung kreatifitas pembuatnya.

Penganan ranginan, selain menjadi santapan rakyat, juga menjadi hidangan bagi para pejabat yang hadir dalam berbagai kegiatan. Bahkan ada sejumlah pengrajin ranginang di Jawa Barat yang mengekspor ranginang ke Jepang dan beberapa negara lainnya. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Zia “Si Anak Belia” Tak Lupakan Kain Adat Makassar

Jakarta, KoranSN Meski masih duduk di Kelas 10 Sekolah Cikal, pelajar bernama lengkap Andi Azlia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.