Rapid Test 150 Ribu Belum Berlaku di Sumsel

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Rabu (8/7/2020) mengatakan, tarif batas maksimal Rapid Test seharga Rp 150 ribu sejauh ini belum diberlakukan di Sumsel.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pihaknya baru menerima surat edaran terkait tarif batas maksimal Rapid Test dari pemerintah pusat.

“Surat edaran dari pusat tentang batas maksimal Rapid Test baru kita terima, dimana dalam surat edaran itu harga maksimal Rapid Test yakni Rp 150 ribu. Terkait hal tersebut, saat ini belum diberlakukan di Sumsel, sebab nanti akan digelar rapat dulu antara Gugus Tugas dan pihak rumah sakit yang memiliki pengadaan Rapid Test guna membahas kapan dimulai diberlakukan di Sumsel,” ungkapnya.

Masih dikatakan Yusri, sedangkan terkait perkembangan Covid-19 di Sumsel per tanggal 8 Juli 2020 terdapat penambahan kasus baru sebanyak 63 kasus, yang terdiri; dari Palembang 38 orang, Banyuasin 2 orang, Ogan Ilir 8 orang, Muba 1 orang, Muara Enim 11 orang dan Pagaralam 3 orang.

Baca Juga :   Alex Noerdin Minta Warga Sumsel Bangga Jadi Tuan Rumah Asian Games

“Karena ada penambahan kasus baru tersebut maka total kasus Covid-19 di Sumsel jumlahnya kini mencapai 2.419 kasus,” ujarnya.

Diungkapkanya, dengan masih adanya penambahan kasus baru Covid-19 maka pihaknya menghimbau masyarakat di Sumsel untuk menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, yakni dengan memakai maseker, menjaga jarak, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, dan hindari kerumunan.

“Jadi, kami meminta sumbangsih dan komitmen dari semua masyarakat untuk secara serentak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Tujuannya tidak lain untuk mempercepat memutus penularan virus corona di Sumsel,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Yusri, sementara untuk jumlah total orang dalam pemantauan (ODP) di Sumsel sampai saat ini berjumlah 9.020 orang.

Baca Juga :   Dinyatakan Negatif, 5 ODP di Rumah Sehat Jakabaring Dipulangkan

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.435 ODP sudah selesai dipantau, sedangkan 1.588 ODP hingga kini masih dalam proses pemantauan,” katanya.

Dilanjutkan Yusri, kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumsel secara keseluruhan berjumlah 1.123 orang.

“Lalu, untuk PDP yang telah selesai diawasi berjumlah 727 orang, dan PDP yang masih dalam proses pengawasan berjumlah 396 orang,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Askanadi, Perupa Palembang yang Tembus Mancanegara

Palembang, KoranSN Goresan pertama Walikota Palembang, H Harnojoyo beberapa waktu menjelma menjadi sebuah lukisa indah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.