Home / Kota Musi / Ratusan Jukir ‘Geruduk’ Kantor Dishub Palembang

Ratusan Jukir ‘Geruduk’ Kantor Dishub Palembang

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Para perwakilan Jukir saat berdialog bersama pihak Dishub Kota Palembang dan PT Tekno Prima Perkasa. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tidak terima karena lahan diambil alih, Kamis (13/7/2017) ratusan Juru Parkir (Jukir) berbondong-bondong ‘menggeruduk’ (mendatangi) Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang. Kedatangan mereka guna mengadukan nasib perihal rencana penerapan parkir berbasis online yang dikelola pihak ketiga dalam hal ini PT Tekno Prima Perkasa.

Muhammad Soleh (63), Jukir di kawasan Jalan Kolonel Atmo mengatakan, tindakan ini sangat tidak dibenarkan sebab semua Jukir merasa dirugikan karena ini namanya pengambilan lahan secara sepihak dan tidak ada pemberitahuan, apalagi sosialisaasi.

“Pihak Dishub bersama pihak ketiga tiba-tiba datang meminta kami melepaskan rompi dan mengusir semua Jukir di kawasan tersebut, padahal sebelumnya tidak ada sosialisasi. Jelas, kami tidak terima kami sangat dirugikan dengan adanya masalah ini,” ungkapnya usai bertemu dengan pihak Dishub dan kuasa hukum dari PT Tekno Prima Perkasa.

Ia melanjutkan, sebelum menerapkan sistem parkir berbasis online, Pemkot Palembang melalui Dishub seharusnya memanggil dan mengumpulkan para Jukir terlebih dahulu guna diberikan penyuluhan atau sosialisasi supaya para Jukir tidak dikejutkan dengan adanya parkir berbasis online.

“Jangan langsung mengusir, Bila seperti ini bisa dikatakan tidak manusiawi. Anak-isteri kami butuh makan, kami juru parkir telah merintis bahkan melakukan setoran ke Dishub. Kenapa tiba – tiba kami diusir untuk menjaga lahan parkir,” cetusnya.

Sementara Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan melalui Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Palembang, Kemas Haikal menuturkan, bersama pihak pengembang Pemkot ingin menata sistem perparkiran di Kota Palembang dengan sistem parkir berbasis online. Dimana para Jukir yang ada akan diberdayakan dengan sistem gaji setiap bulannya, sesuai Upah Minimum Reguler (UMR).

“Mau tidak mau, suka tidak suka semua harus mengikuti dan menjalankan sistem yang akan dibuat Pemkot Palembang. Kita hanya menjalankan tugas sesuai prosedur yang ada,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Palembang, Rudiantoro mengatakan, jika Pemkot dikatakan tidak manusiawi itu tidak benar, justru sistem ini diterapkan agar perpakiran di Kota Palembang lebih tertib dan rapi, para jukir akan tetap diberdayakan.

Dilanjutkannya, diera modern seperti sekarang sudah saatnya penggunaan teknologi diterapkan untuk mempermudah pengawasan dan sistem parkir itu sendiri. Penerapannya pun tidak menyeluruh melainkan baru di beberapa titik. Justru kalau ini berhasil maka Jukir akan lebih terjamin penghasilannya.

“Besok (hari ini) Dishub akan mengumpulkan seluruh Jukir untuk diajak silahturahmi sekaligus diberikan sosialisasi. Jukir akan diberi pelatihan oleh Dishub tentang menggunakan sistem parkir online ini. Jadi tidak benar kalau sistem ini dianggap tidak manusiawi justru semua ini dilakukan agar lebih baik kedepannya. Jadi Jukir jangan khawatir, mereka akan tetap kita berdayakan,” jelas Rudi melalui pesan singkatnya. (rgn)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pemkot Palembang Terima Sertifikat Digital Signature dari Badan Siber dan Sandi Negara

Jakarta, KoranSN Pemkot Palembang melalui DPMPTSP Kota Palembang menerima sertifikat tandatangan digital (Digital Signature) dari ...

error: Content is protected !!