Ratusan Pegawai RSUD Rupit Sampaikan 18 Tuntutan

Tampak ratusan pegawai RSUD Rupit saat menggelar aksi di gedung DPRD Muratara. (foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar aksi damai, Selasa (28/4/2020), dengan berorasi di halaman RSUD Rupit dan mendatangi kantor DPRD Muratara.

Dalam aksinya, mereka menuntut sebanyak 18 tuntutan kepada management RSUD Rupit terkait kesiapan penanganan pasien Covid-19 di RSUD Rupit.

Pertama, agar RSUD Rupit memenuhi standar Alat Pelindung Diri (APD) seperti penutup kepala (hoodie), pelindung wajah kaca mata (goggles), masker, baju hazmat suit (astronot), sepatu boot, sarung tangan bagi tenaga kesehatan baik medis maupun non medis dalam memberikan pelayanan kepada ODP, PDP Covid-19.

Kedua, memberikan suplemen atau gizi tambahan kepada perawat yang bertugas menangani Covid-19 guna meningkatkan daya tahan tubuh supaya tidak tertular.

Ketiga, menempatkan petugas screning awal yang bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik diarea IGD dan di area Poli klinik serta memberikan fasilitas cuci tangan yang standar di area tersebut.

Keempat, menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam menjaga keamanan dan ketertiban baik dari TNI ataupun Polri demi kelancaran penanganan pelayanan pasien Covid-19 nantinya dan pembatasan jumlah pengunjung yang belum terlaksanakan dengan baik pada saat ini.

Kelima, Rapid Tes bagi pegawai RSID Rupit tanpa terkecuali dan secara berkala.

Keenam, melakukan pemeriksaan Rapid Tes kepada seluruh pasien yang masuk ke rumah sakit tanpa terkecuali baik yang menunujukkan gejala Covid maupun yang tidak menunjukkan adanya gejala Covid-19.

Baca Juga :   2019, Muratara Targetkan Bebas Pasung

Ketujuh, membuat SOP yang sah dan berlaku diseluruh elemen Rumah Sakit seperti IGD, Rekam Medis, Poli Klinik, Loundry, Gizi, Radiologi, Rawat Inap, ICU, OK Apotek, Laboratorium hingga ke IPRS dalam alur penanganan pasien Covid-19.

Delapan, memisahkan alat kesehatan berupa Mobile X-Ray bagi pasien Covid untuk mencegah terjadinya penularan serta keamanan baik bagi tenaga radiographer ataupun kepada pasien lain.

Sembilan, menolak keras untuk menjadikan Rumah Sakit tempat penampungan limbah bahan medis B3 pasien Covid-19 yang berasal dari gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Muratara dikarenakan keterbatasan tempat yang memiliki izin untuk TPS limbah B3 di RSUD Muratara.

Sepuluh, tidak tersedianya ruangan isolasi yang layak dan standar sesuai peraturan Menkes dalam menangani pasien Covid-19.

Sebelas, adanya transparansi baik berupa diagnose, hasil Rapid, hasil Swab dan sebagainya terhadap pasien Covid tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Dua belas, untuk pasien ODP atau PDP harus ditempatkan disuatu tempat dan diawasi oleh tim Covid yang sudah diberikan surat tugas yang jelas dan berlaku.

Tiga belas, pasien Covid yang OTG harus ditempatkan di rumah sehat bukan di rumah sakit.

Empat belas, pembemtukan tim Covid-19 di RSUD Rupit harus sesuai dengan prosedur yang berlaku bukan hanya asal menugaskan saja.

Lima belas, memperjelas hak yang diberikan bagi tim Covid-19 baik berupa materi ataupun nan materi seperti tunjangan kerja dan fasilitas yang layak untuk tenaga madis tersebut.

Baca Juga :   16 Parpol di Muratara Lolos Verifikasi

Enam belas, menyiapkan rumah singgah untuk tim Covid RSUD Rupit yang dibutuhkan sebagai tempat peristirahatan dan tempat isolasi sebelum mereka kembali ke keluarga masing masing.

Tujuh belas, menyiapkan rumah khusus untuk pasien yang dinyatakan positif Covid-19 yang tidak berada di area rumah sakit dengan kata lain tidak mengganggu jalannya pelayanan kesehatan seperti biasa.

Delapan belas, adanya kebijakan dari pihak RSUD Rupit Kabupaten Muratara untuk melakukan kerjasama antar sektor seperti Dinkes, Polri, TNI dan lain lain tentang percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Muratara.

“Kami ada 18 tuntutan kepada manajemen RSUD Rupit ini, yang kami sesalkan itu adalah semanjak kita kecolongan kemarin sampai sekarang seluruh pegawai di RSUD Rupit ini belum pernah di Rapid Tes begitu juga dengan pasien pasien yang masuk kesini, kemudian Rumah sakit ini sebagai tempat pembuangan limbah covid-19 sedangkan kita tahu limbah Covid-19 ini sangat berbahaya bagi penularan virus Covid-19,” kata AT, salah satu peserta aksi.

Aksi yang dimulai pada pukul 09.30 Wib di halaman RSUD Rupit kemudian aksi dilanjutkan ke gedung DPRD Muratara untuk menyampaikan keluhan mereka. (snd)

 

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sekda Pimpin Rakor Forsesdasi, Mantapkan Program Kerja TA 2021

Palembang, KoranSN Mengawali Tahun Kerja 2021 Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua Dewan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.