Ratusan Rumah di Dua Desa Perbatasan Terendam Banjir

Tampak rumah warga dan jalan yang terendam genangan banjir. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Akibat intensitas curah hujan tinggi mengguyuri wilayah Bumi Serepat Serasan dalam satu pekan terakhir membuat dua desa di Kabupaten PALI dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (11/10/2017) terendam banjir. Akibatnya aktivitas warga di dua desa perbatasan tersebut menjadi terhambat.

Dua desa tersebut yaitu; Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi dan Desa Muara Dua Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba.

Tercatat ratusan rumah yang berada di pinggir Sungai Dua yang membentang membelah dua desa tersebut terendam.
Kepala Desa Sungai Dua, Sudirman mengatakan, bahwa desanya yang paling parah mengalami banjir.

“Aktivitas warga di desa kami lumpuh total hari ini, ada ratusan rumah terutama di pinggir sungai dipastikan semuanya terendam, yang paling parah sekitar 50 rumah. Kedalaman air cukup tinggi sekitar 40-90 cm,” katanya.

Sedangkan Kepala Desa Talang Akar, Heru Martin menambahkan, hujan yang cukup tinggi intensitasnya mengakibatkan warga yang rumahnya dekat sungai kebanjiran. Ini diakibatkan pendangkalan Sungai Duo yang berimbas ketika hujan deras tiba sehingga sungai tersebut tidak bisa menampung air hujan dan akhirnya meluap menggenangi rumah-rumah warga.

Baca Juga :   Rehab Masjid Baitul Muttaqin Dimulai

Diakuinya, untuk di desanya hanya ada 6 kepala keluarga yang terkena imbas langsung banjir kali ini.

“Selain itu mereka (6 KK yang terendam banjir) tidak bisa beraktivitas, sama hal dengan warga lainnya. Karena warga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani karet banyak yang libur, karena banyak kebun karet warga juga terendam banjir,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi adanya kejadian sama, Kades berharap kepada pemerintah Kabupaten PALI atau Kabupaten Muba untuk bisa menormalisasi Sungai Duo yang saat ini mengalami pendangkalan.

“Baru tahun ini desa kami mengalami banjir di awal musim penghujan ini, padahal sebelumnya belum pernah terjadi, kalau pun terjadi, aliran air sungai cepat surut apabila hujan sudah berhenti. Untuk itu, kami sebagai pemerintah desa meminta kepada Pemerintah Kabupaten PALI atau Muba untuk segera menormalisasi sungai tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Junaidi Anuar menjelaskan, pihaknya terus memantau titik rawan banjir dengan mendirikan posko penanggulangan banjir.

Baca Juga :   Dewan Minta Pembenahan Internal RSUD Besemah

“Kita sudah siapkan Posko penanggulangan bencana banjir, dan untuk saat ini posko tersebut kita pusatkan di halaman kantor BPBD. Untuk banjir di desa Talang Akar, belum bisa dikategorikan bencana, sebab sifatnya hanya sebentar, dan debit air juga cepat surut. Namun untuk memenuhi keinginan warga yang meminta normalisasi sungai, kita akan sampaikan ke instansi terkait,” ucapnya.

Junaidi juga menghimbau kepada warga agar jangan membuang sampah ke sungai.

“Penyebab banjir salahsatunya bukan hanya oleh pendangkalan saja, melainkan aliran sungai terhambat sampah. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada seluruh warga kabupaten PALI untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah kedalam sungai,” ajaknya. (ans)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kadinkes Sumsel: Banyuasin Agresif, Penanganan Covid Sangat Baik

Banyuasin, KoranSN Pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 yang telah dilakukan Pemkab Banyuasin, dalam hal ini …