Ratusan Rumah di Sungai Rebo Diterjang Angin Puting Beliung

Tampak rumah warga yang rusak akibat puting beliung. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Ratusan rumah warga di Desa Sungai Rebo Kecamatan Banyuasin I, Senin (2/4/2018) diterjang angin puting beliung. Kejadian ini terjadi saat hujan turun dengan deras hingga mengakibatkan warga di desa tersebut langsung panik.

Tak hanya itu, akibat bencana ini akses Jalan Talang Andong Desa Sungai Rebo Kecamatan Banyuasin I dengan Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan sempat lumpuh karena banyak pohon yang roboh menutupi ruas jalan penghubung dua kecamatan tersebut.

Berdasarkan data dari pihak Kecamatan Banyuasin I, sekitar 107 rumah yang mengalami kerusakan ringan, 7 rumah mengalami kerusakan parah.

“Cukup banyak rumah yang alami kerusakan ringan yaitu sekitar 107 rumah,” ujar Camat Banyuasin I, Nopa Redy, ketika dihubungi, Selasa (3/4/2018) Kendati mengalami kerusakan, namun para pemilik rumah masih dapat menempati kediamannya tersebut.

“Rusaknya hanya lepas seng, atap rumah atau dinding saja. Jadi tidak begitu menganggu aktivitas penghuni rumah,” jelasnya.

Sedangkan tujuh rumah yang alami kerusakan parah, menurut Nopa Redy, memang tidak dapat dihuni oleh pemilik rumah dan anggota keluarganya. Karena kondisi rumah sudah roboh dan tidak bisa ditempati lagi.

Dikatakan Nopa Redy, korban yang rumahnya rusak parah enggan menginap di Posko yang sudah disediakan oleh Pemkab Banyuasin.

“Padahal, Posko sudah kita siapkan, namun mereka memilih menginap di rumah sanak keluarganya yang memang berdekatan lokasinya,” ungkapnya.

Masih kata Nopa Redy, para warga yang menjadi korban berharap dapat diberikan bantuan berupa rehab rumah. Karena bantuan berupa Sembako, peralatan sekolah, selimut sudah diberikan oleh Polres Banyuasin, Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya saat ini sudah mencukupi.

Baca Juga :   Pedagang Keluhkan Pasar Ramadhan Sepi

“Kejadian angin puting beliung ini pertama kali terjadi di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Baru kali ini saja terjadi, karena ini daerah ini bukan rawan bencana angin puting beliung,” jelasnya.

Lanjutnya, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena saat mengetahui adanya angin puting beliung, warga langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Terpisah, Kabag Ops Polres Banyuasin, Kompol Harris Batara SIK mewakili Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem SIK turut memberikan bantuan kepada korban bencana angin puting beliung di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I.

“Kita berikan bantuan berupa Sembako, alat rumah tangga dan peralatan sekolah,” katanya.
Masih dikatakannya, diperkirakan kerugian bisa mencapai puluhan juta lebih.

“Tapi secara pastinya belum bisa dipastikan, karena masih akan dilakukan pendataan. Namun yang jelas tidak ada korban jiwa, karena saat terjadi angin puting beliung warga sudah menyelamatkan diri,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuasin, Indra Hadi melalui Kabid Kedaruratan, Pahrul Rozi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian angin puting beliung di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin.

Baca Juga :   Sedekah Pedusunan di Banyuasin Disambut Antusias Masyarakat

“Iya memang benar ada kejadian angin puting beliung,” ujarnya.

Titik kerusakan berada di 11 Rukun Tetangga yakni; RT 1 ada 1 rumah rusak ringan, RT 2 ada 3 rumah rusak ringan, RT 3 ada 9 rumah rusak ringan, RT 4 ada 2 rumah, RT 5 ada 34 rumah, RT 6 ada 7 rumah, RT 17 ada 6 rumah, RT 18 ada 16 rumah, RT 19 ada 8 rumah dan RT 20 ada 6 rumah.

Pihak BPBD tetap menghimbau masyarakat untuk selalu waspada.

“Dalam minggu-minggu ini intensitas hujan sangat tinggi disertai angin kencang, jika mendengar hal-hal yang aneh, segeralah keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman,” himbaunya.

Sedangkan Rinto salah satu korban mengatakan, kejadiannya angin puting beliung tersebut terjadi saat hujan turun dengan deras dan ketika itu ia dan keluarganya berada di dalam rumah.

“Saya tak tahu jika telah terjadi angin puting beliung. Sadarnya setelah rumah bagian tengahnya ambruk ke tanah. Untung kami tidak apa-apa, sebab posisi rumah ambruknya, jadi masih diselamatkan tiang tengah rumah,” kata Rinto. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Seminggu Dirawat di Rumah Sakit, Pasien Corona di Pagaralam Meningal Dunia

Pagaralam, KoranSN Setelah dilakukan isolasi dan perawatan sekitar satu minggu di Rumah Sakit Daerah (RSD) …