Kamis , Februari 21 2019
Home / Pendidikan dan Teknologi / Rayu Nurlila Bangga dan Sedih, Hari Purna Bhakti Bertepatan HUT PGRI & HGN 2018

Rayu Nurlila Bangga dan Sedih, Hari Purna Bhakti Bertepatan HUT PGRI & HGN 2018

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex memberikan santunan pada acara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Opera Room Pemkab Muba. (Foto-Humas Pemkab Muba)

Sekayu, KoranSN

Terima kasih guru ku, bhakti dan jasamu telah memberikan bekal dan ilmu pengetahuan. Demikian dikatakan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex usai kegiatan perayaan HGN dan HUT PGRI ke-73 tahun 2018 yang diselenggarakan di Opera Room Pemkab Musi Banyuasin.

Disisi lain, tampak raut kesedihan dan rasa bangga jelas terlihat pada Rayu Nurlila, guru SD Negeri 2 Sukarami yang memasuki purnabakti bertepatan dengan peringatan HUT PGRI dan HGN tahun 2018.

Baca Juga :   LLDikti Wilayah 2 Serahkan SK Prodi S1 Gizi ke STIKes Muhammadiyah Palembang

“Kalau purnabhakti saya seandainya bisa ditunda, saya sangat senang sekali,” ungkap Rayu saat menerima santunan dari Pemkab Muba pada saat Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Opproom Pemkab Muba.

Ia mengaku bangga dengan kepedulian dan perhatian Bupati Muba terhadap guru. Dari itu, ia sangat menyayangkan purnabakti saat ini harus dijalaninya, karena waktunya dirinya sudah masuk usia pensiu.

Dikatakannya, walaupun pensiun dari guru darinya merasa bangga dan bahagia atas komitemen Bupati Muba yang sudah banyak menerapkan program program untuk kemajuan guru dan pendidikan di Muba.

“Ya, misalnya saja program Pak Dodi yang memberangkatkan guru untuk belajar ke Australia, ini sangat diimpikan setiap guru di Muba bisa meningkatkan kualitas kompetensi menjadi tenaga pendidik, selain itu perhatian Pemerintah Kabupaten Muba atas kesejahteraan guru, yang akan ditingkatkan termasuk fasilitas pendidikan yang nantinya akan meningkatkan kualitas guru untuk memajukan pendidikan di Muba,” ujarnya.

Baca Juga :   STIKes Muhammadiyah Palembang Tandatangani MoU Antar Institusi

Sementara itu, salah satu Guru Tidak Tetap (GTT) SMP Negeri 1 Sekayu, Efriliana menuturkan, dirinya sangat senang bisa mengabdi di Kabupaten Muba meski masih berstatus GTT.

“Meski GTT tapi Pak Bupati sangat memperhatikan nasib kami,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari sisi kesejahteraan dirinya mengaku sudah cukup diperhatikan.

“Alhamdulillah, 2019 nanti gaji kami dari Rp1 juta bakal dinaikkan pak Bupati menjadi Rp1,5 juta. Saya sangat bersyukur bisa mengajar di Kabupaten Muba ini,” pungkasnya. (tri)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Sekolah Gratis Antara Ada dan Tiada, Herman Deru Gagas Cluster untuk Sekolah di Sumsel

Palembang, KoranSN Antara Ada dan Tiada. Demikian Gubernur Sumsel Herman Deru mengibaratkan program sekolah gratis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.