Realisasi Kunjungan Wisatawan ke Gunung Kidul Capai 2.525.202 Orang

Realisasi Kunjungan Wisatawan ke Gunung Kidul Capai 2.525.202 Orang. (foto-antaranews)

Gunung Kidul, KoranSN

Realisasi kunjungan jumlah wisatawan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Januari hingga November baru mencapai 2.525.202 orang dari target 3.773.500 orang.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa (12/11/2019), mengatakan target kunjungan wisatawan tahun ini sangat tinggi dibandingkan 2018 sebesar 3,5 juta orang dan teralisasi 3,04 juta orang,

“Tidak dipungkiri saat ini jumlah kunjungan wisatawan belum mencapai target. Namun, kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga tutup tahun,” kata Hary.

Ia mengatakan, jumlah pendapatan realisasinya mencapai Rp19,27 miliar dari target Rp27,823 miliar. Itu artinya, agar sasaran PAD terpenuhi harus ada tambahan pendapatan dalam jangka waktu kurang dari dua bulan.

Baca Juga :   Kawasan Danau Toba Akan Miliki Semacam Terusan Suez

“Dispar tidak membuat target khusus bagi kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Dispar fokus mencapai target kunjungan secara keseluruhan,” katanya.

Menurut dia, beberapa destinasi wisata, khususnya yang baru, masih banyak belum melaporkan jumlah kunjungan. Untuk meningkatkan minat wisatawan di Gunung Kidul, pihaknya rutin melakukan promosi melalui berbagai kegiatan, media massa dan media sosial.

”Dua tahun ini kami menyelenggarakan berbagai ajang bertaraf regional. Termasuk kegiatan di objek wisata,” kata Hary.

Wisata pantai di Gunung Kidul menjadi penyumbang terbesar, kata dia, baik penghasilan maupun jumlah pengunjung yang mencapai 90 persen.

Baca Juga :   UNS Surakarta Berikan Pendampingan Desa Wisata

Disusul wisata minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak 4G, Green Village, dan Embung Batara Sriten.

Ketua DPRD Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai Pemkab Gunung Kidul kurang kreatif, karena masih mengandalkan pemasukan dari retribusi.

“Seharusnya retribusi dari lokasi wisata tidak menjadi andalan lagi, tetapi idealnya sudah mengejar target pajak,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gajah Sumatera Lahir di TWA Buluh Cina Riau

Pekanbaru, KoranSN Seekor bayi gajah sumatera lahir dalam kondisi sehat di Taman Wisata Alam (TWA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.