Republik Djibouti Minati Kapal Perang Buatan Indonesia

kri-banjarmasin-592

Jakarta – KRI Banjarmasin-592 yang berlayar menuju Italia juga sempat singgah di Negara Republik Djibouti. Saat bersandar, negara yang terletak di Afrika Timur itu ternyata tertarik pada kapal perang buatan Indonesia tersebut.

Berdasarkan informasi dari Dinas Penerangan Angkatan Laut yang diterima detikcom, Senin (1/6/2015), KRI merapat di Dermaga Doraleh, Djibouti untuk menambah bekal berupa pengisian ulang bahan bakar dan air tawar. Saat bertemu dengan Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Ethiophia, Imam Santoso dalam acara Cocktail Party, Imam menyampaikan bahwa Negara Republik Djibouti meminati kapal perang buatan Indonesia seperti KRI Banjarmasin-592.

Baca Juga :   KPK Dapat Rp16,5 Miliar Hasil Lelang Barang Koruptor

“Kapal perang sejenis KRI Banjarmasin-592 memiliki multifungsi yang dapat membawa pasukan, kapal kecil atau LCU (Landing Craft Unit) untuk menggeser pasukan dan memiliki Helly Deck yang dapat memuat lima pesawat helikopter,” kata Imam Santoso seperti disampaikan Kepala Dispenal, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet.

Ditambahkan Imam, produk alutsista dan nonalutsista buatan Indonesia lebih bagus secara mutu dan harganya terjangkau bila dibandingkan dengan produk Eropa yang bagus, namun harga mahal dan biaya perawatan mahal. Sedangkan produk Cina harganya murah namun kualitas kurang bagus. (idh/kha)

Baca Juga :   Indonesia Hentikan Kerja Sama Dengan Australia
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Besok Pengurus JMSI Riau Dilantik

Pekanbaru, KoranSN Gladi bersih jelang pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.