Residivis Bongkar Rumah Tersungkur Ditembak Polisi

Tersangka Ilham (tengah) saat diamankan di Polsek Plaju. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ilham (33), residivis spesialis bobol rumah kosong dan bobol sekolah tersungkur setelah timah panas petugas kepolisian Polsek Plaju bersarang di kedua kakinya. Polisi terpaksa menembak tersangka yang tinggal di Jalan DI Panjaitan Lorong Banten VI RT 64 Kecamatan SU II ini, lantaran berusaha melawan saat adan ditangkap.

Kapolsek Plaju, AKP Rizka Aprianti didampingi Kanit Reskrim, Ipda Julius, Minggu (21/1/2018) menerangkan, tersangka Ilham merupakan rekan dari pelaku kejahatan Curas bernama Hasby yang belum lama ini ditembak mati petugas Sat Reskrim Polresta Palembang di Gandus.

Lanjut Kapolsek, tersangka ini diburu setelah pihaknya banyak menerima aduan masyarakat yang mengaku tersangka kerap melakukan aksi bobol rumah kosong di wilayah hukum Polsek Plaju.

“Tersangka ini sudah tiga kali keluar masuk penjara. Tersangka kita tangkap saat sedang berada Lorong Cipo, Plaju. Tersangka terpaksa kita lumpuhkan karena terus melakukan perlawanan saat penangkapan dilakukan petugas,” jelasnya.

Baca Juga :   Pencuri HP Diamuk Massa

Diterangkan Kapolsek, dari tangan tersangka pihaknya pun turut mengamankan barang bukti hasil kejahatan tersangka berupa satu unit televisi LCD merek LG 24 inch, tas wanita warna merah, tas ransel warna hitam, celengan, satu unit DVD, sepasang sepatu, kunci pas yang dimodif, dua kunci L, satu kunci segitiga dan satu obeng.

“Di Polsek Plaju sedikitnya ada tiga laporan yakni; bongkar SMP Negeri 56, SDN 263 dan Alfamart. Modusnya, tersangka dan dua rekannya yakni; ‘SF’ (DPO) dan ‘SN’ (DPO) berbagi tugas disetiap melancarkan aksi, kami masih terus kembangkan kasusnya,” terangnya.

Baca Juga :   Kawanan Bobol Rumah Kepala Dusun di Musirawas Diringkus

Sementara saat diamankan dengan kondisi dua kali terbalut perban akibat tembakan petugas, tersangka Ilham menjelaskan, sudah lima kali ia melakukan bongkar rumah bersama rekannya Hasby yang kemarin ditembak mati petugas kepolisian di Gandus.

“Selain dengan Hasby, saya juga sering mencuri bersama ‘SF’, sebanyak dua kali dan dengan ‘SN’, satu kali. Saat beraksi kami berbagi tugas, untuk hasilnya kami bagi rata,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Konstruksi Perkara Komut PT AIP Tersangka Korupsi Pengadaan CSRT

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara penetapan Komisaris Utama PT Ametis Indogeo …