Home / Lacak / Reta Suanta Mengaku Sayang Dengan Isterinya yang Sudah Ia Bunuh

Reta Suanta Mengaku Sayang Dengan Isterinya yang Sudah Ia Bunuh

Tersangka Renta Suanta, saat diamankan di Mapolsek Muara Beliti Polres Musi Rawas. (foto-rifat/koransn.com)

Musi Rawas, KoranSN

Reta Suanta (33), tersangka yang membunuh korban Zubaidah (31), istrinya sendiri mengaku jika ia sangat sayang dengan almarhumah istrinya tersebut.

Saking sayang, Reta Suanta memiliki rasa cemburu yang sangat berlebihan.

“Lah putus asa aku. Badanku kurus mikirke dio, lah susah hatiku. Terlalu sayang, ikhlas aku,” kata Reta Suanta saat ditemui Suara Nusantara di Polsek Muara Beliti.

Reta Suanta saat ditemui dalam kondisi sehat. Serta ketika dibincangi ia juga cukup terbuka.

Namun dalam berkomunikasi, ayah dua anak ini menggunakan bahasa daerah. Sehingga sedikit alami kesulitan dalam menterjemahkan penyampaian kata yang telah diucapkannya.

“Selingkuh idak dio, aku ini terlalu sayang nian, cemburuan aku,” jelasnya.

Kapolsek Muara Beliti, AKP Tri Sopa menjelaskan, motif tersangka membunuh karena cemburu. Sebab beberapa waktu lalu istrinya itu pernah tidak pulang kerumah.

Pelaku sangat sayang dengan istrinya itu. Bahkan menurut tetangga sekitar tempatnya tinggal, jika istrinya ngobrol dengan orang lain, pelaku cemburu. Puncaknnya yakni Senin kemarin (4/12/2017) sekitar pukul 20.05 WIB, terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkan korban Zubaidah tewas dirumahnya oleh Reta Suanta.

“Saat kejadian istrinya ingin keluar dari rumah, namun dilarang oleh tersangka. Sampai kunci rumah itu berebut untuk membuka pintu. Hingga kunci tersebut berhasil didapat oleh korban dan saat itulah tersangka ini langsung melakukan penganiayaan terhadap korban,” terang Kapolsek.

Pelaku, lanjut Kapolsek, langsung mengambil pisau dari dapur karena melihat korban ingin keluar rumah. Pisau ditusukan ke korban beberapa kali hingga meninggal ditempat kejadian perkara (TKP). Korban mengalami luka pada bagian depan atau dada sebanyak enam tusukan, lengan kiri tiga tusukan dan leher bagian belakang ada dua luka sayatan.

“Total, 17 luka tusukan yang didapat pada korban. Setelaah cek TKP, korban sudah meninggal. Kemudian kita telusuri, kita sebar personel dibelakang rumah dan juga disungai belakang rumah korban. Ketika melihat polisi, pelaku sempat lari kearah seberang sungai tembus kearah Desa Suro Kecamatan Muara Beliti. Lalu sampai disimpang tiga, pelaku mengaku sempat mau ke Polsek untuk menyerahkan diri. Namun saat itu, pelaku takut. Pelaku ditangkap sekitar pukul 20.45 WIB. Sampai kesimpang tiga yang katanya dia sempat ke polsek tapi takut, hingga ditemukan dia menuju kerumah saudaranya di Pasar Muara Beliti,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka ke Polisi, dirinya merasa sedih setelah membunuh. “Merasa sedih tidak ketemu istri, apalagi mengigat anaknya dua masih kecil. Ada rasa seperti menangis kalau ingat itu katanya,” kata Tri Sopa.

Lebih lanjut, data yang dihimpun Polisi dari tetangga-tetangga sebelah rumah sudah sangat tahu jika tersangka memang pencemburuan.

“Sudah sering ribut, tetangga sudah tahu kalau dia pencemburu. Tetangga sudah sangat tahu,” jelasnya.

Atas tindakannya itu, pelaku dikenakan pasal 44 ayat 4 UU No 23 2004, penghapusan kekerasan dalam rumah tangga/KDRT dengan 15 tahun penjara. (rif)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Oknum PNS di Lahat dan Penjaga Malam Tertangkap Kasus Narkoba

Lahat, KoranSN Aparat kepolisian Sat Res Narkoba Polres Lahat, Selasa (12/12/2017) pukul 20.00 WIB menangkap ...

error: Content is protected !!