Ribuan Buruh Sumsel Tolak UU Cipta Kerja

Ribuan massa buruh yang tergabung dalam gerakan pekerja buruh untuk keadilan Sumatera Selatan (GEPBUK SS) memadati Jalan POM IX Palembang menuju gedung DPRD Sumsel menyampaikan aspirasi penolakan UU Omnibus Law, Kamis (15/10/2020).(Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Ribuan buruh di Sumsel yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Pekerja Buruh Untuk Keadilan Sumatera Selatan, Kamis (15/10) menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Sumsel.

Pantauan di lapangan, ribuan buruh yang berasal dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel ini, awalnya berkumpul di kawasan Simpang DPRD Sumsel. Kemudian massa aksi menuju pusat lokasi unjuk rasa yang berada di Jalan Pom IX Palembang, tepatnya di depan DPRD Sumsel.

Aksi unjuk rasa ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian, selain itu di lokasi juga di pasang kawat berduri.

Abdulah Anang perwakilan dari buruh yang juga Ketua KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sumsel mengatakan, adapun tuntutan ribuan masa aksi dari KSPSI dan SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sumsel yang melakukan unjuk rasa, yakni menolak keras Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR RI.

Baca Juga :   Pemprov Sumsel Tingkatkan Pembangunan Aplikasi dan Sistem Kesamsatan

“Dari itulah kami turun melakukan aksi ini agar Presiden segera mengeluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) untuk membatalkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja tersebut,” katanya.

Menurutnya, penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dilakukan para buruh di Sumsel karena dengan lahirnya undang-undang tersebut akan berdampak dengan hak atau pesangon buruh yang dikurangi. Bukan hanya itu, dalam undang-undang tersebut juga mengatur jika pekerja di semua sektor kedepannya akan dijadikan pekerja kontrak.

“Oleh karena itu kami menolak undang-undang ini, dan kami berharap pihak eksekutif dan legislatif di Sumsel juga ikut menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja ini,” tegasnya seraya menyampaikan jika ada 2000 buruh yang ikut dalam unjuk rasa tersebut.

Baca Juga :   Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Pembukaan & Penutupan Asian Games

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz Lampaui Target

Palembang, KoranSN Dua tahun H Herman Deru memimpin Sumsel, sejumlah target program keagamaan yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.