Ribuan Ekstasi & 2 Kg Sabu Melibatkan Jaringan Internasional Disergap

Kapolres Banyuasin beserta jajaran saat menunjukan barang bukti narkoba yang diamankan dari jaringan internasional. (foto-siryanto/koransn)

Banyuasin, KoranSN

Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuasin, Selasa (9/1/2018) berhasil menangkap dua tersangka jaringan internasional yang membawa ribuan butir pil ekstasi dan 2 Kilogram (Kg) sabu yang diduga akan diedarkan diwilayah Banyuasin dan Sumsel.

Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKP Liswan, saat gelar ungkap kasus dan barang bukti mengakatan, dalam kurun waktu selama 10 hari melakukan penyelidikan akhirnya pihaknya berhasil menangkap tersangka jaringan narkoba internasional yakni; ‘IK’ (35) warga Provinsi Riau dan ‘RL’ (39) warga Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.

”Kurir narkoba berinisial ‘IK’ ini ditangkap saat sedang berada di Jalan Lintas Palembang-Betung, tepatnya di depan POM Bensin Kecamatan Sumbawa. Setelah menangkap ‘IK’, tim langsung melakukan pengembangan ke salah satu full Bus R yang berada di Jalan Tanjung Api-Api kota Palembang dan menangkap tersangka ‘RL’ (39), yang berperan sebagai penerima barang haram tersebut. hasil pemeriksaan dari bandar narkoba berinisial ‘RL’ ini, rencananya narkoba itu akan ia edarkan ke wilayah Banyuasin dan Sumsel,” jelasnya.

Baca Juga :   3 Tahun Tak Tertangkap, Bandar Sabu di PALI Akhirnya Ditembak Mati

Menurut Kapolres, kedua tersangka ini merupakan jaringan internasional. Dari tangan keduanya polisi menyita barang bukti berupa 9000 butir pil ekstasi jenis terbaru dengan bentuk permen berwarna, merah, kuning dan hijau dan 2 Kg sabu.
Dijelaskanya, dengan keberhasilan penangkapan kedua tersangka tersebut, maka lebih kurang 21 ribu jiwa masyarakat Sumsel terselamatkan dari bahanya narkoba.

“Kita selamatkan 21 ribu jiwa orang, dari bahayanya narkoba, jadi ini awal tahun keberhasilan kita dalam pemberantasan narkoba jaringan internasional,” tegasnya.

Kedua tersangka akan di jerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Baca Juga :   Ribuan Miras & Ratusan Petasan Dimusnakan

“Ya, tersangka terancam dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati,” jelasnya.
Sementara itu, ‘RL’ (39), bandar narkoba asal Kabupaten Banyuasin ini mengatakan, jika dirinya untuk yang ketiga kalinya menerima barang dari tersangka ‘IK’ (35), kurir asal Riau tersebut.

“Rencananya narkoba itu akan di edarkan di Banyuasin, Palembang dan Sumsel. Saya sudah tiga kali menerima barang dari ‘IK’,” jelas bandar narkoba yang memiliki dua orang anak tersebut. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Kasus Suap Pengadaan Bansos di Jabodetabek

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/1) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap …