Ribuan Hektar Sawah di Sumsel Gagal Panen

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi-

Palembang,KoranSN
Hujan yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berdampak kepada lahan persawahan masyarakat di Kabupaten/kota di Sumsel. Akibatnya, ribuan hektar sawah terendam banjir dan terjadi gagal panen atau fuso. Seperti di Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), dan beberapa wilayah lainnya.

Kepala Dinas Pertanian OKI, Syarifudin SP MSi mengakui hal tersebut, di Kabupaten OKI sendiri dampak dari musim hujan ini membuat ribuan sawah terendam banjir. “Rata-rata sawah lebak yang terendam, kalau sawah tadah hujan belum ada yang terkena banjir. Dari 6 ribuan hektar sawah yang terendam, 1.500 hektarnya fuso,” ungkapnya, kemarin.

Dirincikannya, kecamatan yang terendam banjir itu yakni, di SP Padang, Jejawi, Pampangan dan Tanjung Lubuk. “Kalau hujan masih terus turun, bisa saja jumlah luas lahan sawah yang terendam terus bertambah, sekarang ini khusus untuk sawah tadah hujan, air sudah mulai merendam tanaman padi wilayah OKU Timur, biasanya air dari OKU Timur itu akan turun ke wilayah sawah tadah hujan di Lempuing OKI,” terangnya.

Disinggung apa upaya dari pihak Dinas Pertanian OKI menyikapi warga yang lahan persawahannya terkena fuso, Syarifudin menegaskan, pihaknya sudah  mendata beberapa wilayah lahan persawahannya sudah masuk dalam asuransi.

“Kalau wilayah Tanjung Lubuk, Sungai Menang, Pampangan, Jejawi itu sebagian sudah masuk asuransi, jadi nanti petani yang gagal tanam akan klaim kerugiannya,” ungkapnya.Terpisah, untuk Kabupaten Banyuasin sendiri, puluhan hektar sawah sudah terendam banjir terutama di lahan pasang surut seperti di Desa Daya Murni Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin sejak satu minggu terakhir.

Baca Juga :   Tambah Rp 15 Juta, Calon Jamaah Abu Tours Palembang Diberangkatkan

Tukimin (50), warga Desa Daya Murni mengatakan, umur padi yang terendam ini sudah 95 hari dan bulir mulai menguning. Dengan kondisi seperti ini dirinya bersama petani lainnya memilih memanen padi lebih awal dari pada padi makin lama makin terendam oleh air pasang surut laut.

“Air pasang tahun ini sangat besar, berbeda dengan tahun yahun sebelumnya,” ujar Tukimin.
Dijelaskan Tukimin, luas lahan padi yang terdampak banjir air pasang mencapai ribuan hektar akan tetapi tidak terlalu lama langsung surut lagi. Kalau yang lama terndam banjir tidak bisa langsung cepat surut hanya puluhan hektar saja, dan itu pun sebagian sudah menguning dan sebagian lagi baru berumur satu bulan.

“Kalau padi yang sudah menguning tidak berbahaya karena masih ada harapan panen, yang bahaya adalah padi muda yang terendam dapat berdampak pada kematian tanaman padi atau gagal panen,” terangnya.

Di lain tempat, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Erwin Noor Wibowo mengakui, akibat hujan yang berintensitas tinggi terjadi di Sumsel mengakibatkan lahan sawah di Sumsel terendam banjir dan tidak menutup kemungkinan terjadinya gagal panen.Meskipun begitu dirinya mengaku belum mengetahui berapa luasan yang terendam banjir dan gagal panen karena masih menunggu informasi dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing daerah.

Baca Juga :   Tiga Minggu Jelang Asian Games, Ditemukan Titik Api di Gandus

“Memang tidak menutup kemungkinan terjadinya gagal panen atau fuso, tapi saya belum tahu luasan terendam dan yang sudah gagal panen,” terangnya.Dirinya menerangkan, meskipun terendam banjir asalkan masih dibawah 7 hari maka masih ada harapan lahan sawah tersebut tetap hidup. Namun, jika melebihi dari 7 hari maka berdampak pada fuso. Jadi, dirinya masih menunggu beberapa hari ini untuk informasi tersebut.

“Kami menghimbau kepada Kepala UPTD untuk segera menginformasikan jika terendam banjir dan terjadi fuso,” terangnya.Dilanjutkannya, wilayah yang sering terendam banjir pada lahan persawahannya itu merata. Namun, memang didominasi oleh lima daerah yakni; OKI, OI, Banyuasin, Muba, dan Muara Enim dan kebanyakan untuk lahan lebak baik itu lebak tengah maupun lebak dalam.

Masih dikatakannya, jika memang nantinya terjadi gagal panen maka pihaknya akan melaporkan kepada pemerintah pusat agar mendapatkan bantuan berupa benih. “Ya, kami akan mencoba meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk membantu berupa benih. Jadi kami harap secepat mungkin menginformasikannya,” tandasnya. (iso/sir/wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …