Home / Ekonomi / Rp 1,2 Milyar Lebih Hasil Sita Serentak

Rp 1,2 Milyar Lebih Hasil Sita Serentak

Tampak barang yang disita oleh petugas pajak. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung kembali melakukan kegiatan penagihan secara serentak dalam bentuk Sita Serentak, Rabu (14/2/2018) berhasil menyita Rp. 1,232 milyar. Kegiatan sita serentak merupakan lanjutan dari kegiatan penagihan yang telah dilakukan sebelumnya sebagai salah satu langkah penegakan hukum perpajakan yang dicanangkan untuk tahun 2018. Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, M Ismiransyah M Zain,kemarin.

Dijelaskannya, dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, menjual barang yang telah disita.

Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

Pada kegiatan tindakan penagihan pajak dalam bentuk Sita Serentak dikatakannya, dilakukan kepada 12 WP Badan Usaha dengan nilai sisa tunggakan Rp. 17,710 milyar dan 3 WP Orang Pribadi nilai sisa tunggakan Rp. 1,037 milyar Jenis barang yang dilakukan sita, kemarin terhadap 11 Wajib Pajak Badan Usaha dan 2 Orang Pribadi dengan perkiraan nilai Rp. 850 juta berbentuk Tanah dan Bangunan, Rp. 382,5 juta berbentuk Kendaraan Bermotor. Jadi, total nilai barang hasil sitaan yang dilakukan sebesar Rp. 1,232 milyar.

Sedangkan pemblokiran rekening bank dilakukan terhadap 3 Wajib Pajak Badan Usaha yang belum melunasi tunggakannya dilakukan pemblokiran rekening sebesar Rp. 464 juta. Selain pemblokiran rekening perusahaan, pemblokiran juga dilakukan terhadap rekening pengurus atau direktur perusahaan yang bersangkutan.

Tindakan penagihan ditegaskannya, akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan jika Wajib Pajak masih belum melunasi tunggakan pajaknya. Jika dalam jangka waktu 14 hari setelah penyitaan, namun Wajib Pajak belum melunasi tunggakannya, maka tahapan tindakan penagihan selanjutnya setelah penyitaan adalah proses lelang.

Sementara tindak lanjut pemblokiran rekening dijelaskannya, adalah penyitaan rekening setelah saldo rekening tersebut diketahui oleh pejabat yang berwenang. Rekening yang telah disita selanjutnya akan dipindahbukukan ke kas negara sebesar jumlah tunggakan pajak ditambah biaya penagihan. (ima)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

PT Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT SEMEN Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 400 miliar ...

error: Content is protected !!