Senin , Februari 18 2019
Home / Headline / Sabu 3 Kg Diduga Dikendalikan Napi di Lapas Merah Mata Palembang

Sabu 3 Kg Diduga Dikendalikan Napi di Lapas Merah Mata Palembang

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menginterogasi tersangka Rudi yang merupakan kurir 3 Kg sabu saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Iwan Kinjeng Napi di Lapas Merah Mata Palembang diduga mengendalikan penyelundupan Nakorba jenis sabu di Sumsel. Hal tersebut terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel meringkus kurir Narkoba, yakni tersangka Rudi (39) di Jalan Bay Pass Alang-alang Lebar Palembang.

Dari tangan tersangka Rudi yang tercatat sebagai warga Jalan Sosial Lorong Bersama Sukabangun Kecamatan Sukarami Palembang ini, polisi mengamankan barang bukti 3 Kg sabu senilai Rp 3,6 miliar yang dibungkus kemasan teh China.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, Selasa (5/2/2019) mengatakan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka Rudi diketahui jika penyelundupan sabu tersebut diduga dikendalikan oleh Iwan Kinjeng yang merupakan Napi di Lapas Merah Mata Palembang.

“Bahkan informasi yang kami terima, Iwan Kinjeng ini yang mengendalikan Narkoba di Sumsel. Namun kami tidak bisa menyelidiki dengan masuk ke dalam Lapas ataupun Rutan. Sebab, kita kan berbeda instansi, walaupun demikian kami terus berkoordinasi dengan Kalapas,” ungkapnya.

Masih dikatakan Farman, untuk Iwan Kinjeng merupakan Napi kasus Narkoba yang sudah divonis hakim dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

“Akan tetapi meski di dalam Lapas, diduga Iwan Kinjeng ini memiliki handphone, makanya dengan mudah Napi tersebut berkomunikasi dengan kurirnya termasuk kepada tersangka Rudi yang telah kami tangkap dengan barang bukti 3 Kg sabu,” ujarnya.

Lanjut Farman, dalam kasus penyelundupan dan peredaran Narkoba di Sumsel, untuk para Napi kasus Nakoba yang mendekam di Lapas maupun di Rutan di Sumsel memang telah menjadi zona merah bagi pihaknya dalam pengungkapan kasus.

Baca Juga :   Polisi Geledah Warung Penjual Miras Beralkohol

“Apalagi, dari kasus-kasus yang telah kami ungkap. Hampir semuanya diduga melibatkan Napi di Lapas dan Rutan. Bukan hanya itu, untuk pemain kecil yang kita tangkap dan diproses hukum, setelah mereka berada di dalam Lapas ataupun Rutan maka mereka membuat jaringan, sehingga pemain kecil tersebut menjadi pemain besar ketika bebas dari penjara,” pungkas Farman.

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tersangka Rudi yang ditangkap Polda Sumsel merupakan kurir yang diduga menjalankan perintah dari seorang Napi di Lapas Merah Mata, yakni Iwan Kinjeng untuk mengambil sabu dari orang yang tak dikenal di pinggir Jalan Bay Pass Alang-alang Lebar Palembang.

“Tersangka Rudi ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor seorang diri dengan membawa sabu tersebut. Dari pengakuan tersangka, jika paket sabu itu didapatnya dari orang yang tidak dikenal dengan cara dilempar dari dalam mobil, tak lama kemudian tersangka Rudi ditangkap petugas. Hasil dari pemeriksaan inilah, tersangka Rudi mengaku jika dirinya mengambil sabu itu setelah diperintah oleh Iwan Kinjeng yang merupakan Napi Lapas Merah Mata,” kata Kapolda saat menggelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel, kemarin.

Menurut Kapolda, jika barang bukti sabu tersebut berasal dari Negara China yang diselundupkan melalui Malaysia, Aceh, Medan hingga ke Sumsel.

“Untuk semua sabu yang kami amankan dari tersangka Rudi ini akan diedarkan di Kota Palembang. Namun sebelum Narkoba ini beredar kami sudah berhasil mengagalkannya dengan menangkap pelaku Rudi,” jelasnya.

Masih dikatakan Kapolda, dugaan keterlibatan Napi Lapas dalam pengungkapan sejumlah kasus penyelundupan Narkoba di Sumsel bukanlah pertama ini saja. Sebab sebelumnya Polda Sumsel juga telah mengungkap kasus Narkoba yang diduga dikendalikan Napi dari Lapas Serong, bahkan ada juga diduga dikendalikan Napi dari Lapas di Jambi.

Baca Juga :   Usai Membunuh Chika, Hadian Bersihkan Darah di Tangan ke Tiang Listrik

“Terungkapnya kasus ini tentunya menandakan jika meski berada di dalam Lapas, para Napi tersebut masih mudah mengunakan handphone,” ungkap Kapolda.

Terpisah, Kepala Lapas (Kalapas) Merah Mata Palembang, Rianto membenarkan jika ada Napi di Lapas Merah Mata yang bernama Iwan Kinjeng. Sementara untuk dugaan Iwan Kinjeng terlibat pengendalian Nakoba, itu masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Belum dapat dipastikan kebenarannya, apalagi di Lapas ini jumlah Napi sangat banyak atau over kapasitas, yakni berjumlah 1.700 Napi. Bukan hanya itu, untuk hanphone di dalam Lapas, kami sudah sering lakukan razia. Namun masih ada satu dan dua handphone yang berhasil masuk,” ungkapnya.

Dijelaskan Rianto, sejauh ini di Lapas Mata Merah juga belum ada alat pengajau sinyal dan pendeteksi keberadaan handphone. Dari itu pihaknya hanya melakukan razia secara manual.

“Selain itu jumlah sipir kami hanya 12 petugas untuk sekali shif. Bayangkan saja, dari jumlah sipir tersebut kami menjaga 1.700 Napi. Walaupun demikian, kami tetap terus bekerja keras siang dan malam agar tidak ada lagi Napi yang membawa handphone ke dalam Lapas,” pungkas Kalapas.

Sedangkan Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, terkait pengungkapan kasus 3 Kg sabu dengan tersangka Rudi yang diungkap Polda Sumsel, dimana tersangka Rudi mengaku jika membawa sabu tersebut diperintah oleh Napi bernama Ervansyah alias Iwan Kinjeng, maka dirinya memerintahkan Kepala Lapas Merah Mata Palembang memeriksa Napi tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan dan hasil BAP yang telah dilakukan, diketahui jika Napi Ervansyah alias Iwan Kinjeng ini tidak kenal dan tidak tahu dengan tersangka Rudi yang ditangkap Polda Sumsel. Walaupun demikian, kami tetapmenempatkan Iwan Kinjeng kesel pengasingan untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap Sudirman. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hermalina Menangis Haru Dapat Rumah dari Herman Deru

Palembang, KoranSN Tangis haru Hermalina tumpah saat namanya diumumkan di atas panggung oleh Gubernur Sumatera ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.