Home / Lacak / Sabu Senilai Rp 50 Juta Gagal Beredar di Palembang

Sabu Senilai Rp 50 Juta Gagal Beredar di Palembang


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
GELAR TANGKAPAN - Kanit VI Sat Res Narkoba Polresta Palembang, Ipda Zulkarnaen saat menggelar para ntersangka dan barang bukti di Gedung Sat Res Narkoba. (foto-deni/koransn.com)
GELAR TANGKAPAN – Kanit VI Sat Res Narkoba Polresta Palembang, Ipda Zulkarnaen saat menggelar para ntersangka dan barang bukti di Gedung Sat Res Narkoba. (foto-Deni Kurniawan/koransn.com)

Palembang, KoranSN
Empat orang tersangka dimana salahsatunya warga asal Aceh, Sabtu siang (4/6/2016) pukul 13.00 WIB gagal mengedarkan narkotika jenis sabu senilai Rp 50 juta ke Kota Palembang, setelah Unit VI Sat Res Narkoba Polresta Palembang melakukan penggerebekkan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kenanga RT 02 RW 02 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami.

Keempat tersangka yakni, Irsan (30) warga asal Aceh yang membawa sabu-sabu tersebut, Rizki Kurniawan (31) dan Agus Salim (28), dua orang yang disinyalir akan mengedarkan sabu tersebut di Palembang dan Jeri Afrika (30), penyedia tempat atau pemilik kontrakan saat penggerebekan berlangsung.

Kanit VI Sat Res Narkoba Polresta Palembang, Ipda Zulkarnain saat gelar tangkapan, Senin (6/6/2016) mengatakan, penangkapan empat tersangka bermula ketika pihaknya menerima informasi masyarakat yang resah dengan seringnya transaksi narkoba di kawasan itu.

Baca Juga :   Saksi Bisa Naik Jadi Tersangka, Kasus OTT Bupati Banyuasin

Menanggapi informasi itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga melakukan penangkapan. Di lokasi, pihaknya berhasil mengamankan dua bungkus sabu-sabu dengan berat 50,69 gram dan 5,11 gram yang disimpan dalam kaleng minuman ringan.

“Kita temukan barang haram seberat 50,69 gram itu, di dalam kontrakan milik tersangka Jeri Afrika yang di sewa oleh tersangka Irsan. Tak hanya di sebelah kontrakan yang dihuni tersangka Agus Salim dan tersangka Rizki Kurniawan kita juga menemukan satu bungkus sabu seberat 5,11 gram. Mereka ini bertentangga, yang mana semua kontrakan itu milik tersangka Jeri Afrika,” kata Kanit.

Zulkarnain menambahkan, setelah menginterogasi para tersangka. Hasil kerterangan tersangka Irsan jika sabu tersebut dibawanya dari Medan yang didatangkan ke Palembang menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

“Untuk tersangka Irsan merupakan warga Aceh, dan dua tersangka lainnya merupakan warga Palembang. Untuk interograsi awal, diketahui sudah dua kali tersangka ini melakukan transaksi sabu-sabu, kita masih terus kembangkan. Para tersangka akan kita jerat dengan Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara,” katanya.

Baca Juga :   Suami Istri di Bukti Baru Mencuri di Rumah Tetangga

Sementara Irsan, selaku pembawa sabu-sabu tersebut mengakui, jika barang itu dibawanya dari Medan menggunakan bus.
Menurutnya, sabu-sabu tersebut dibawanya dengan terlebih dahulu diletakkan di dalam tas, sebelum di masukkan ke dalam bagasi bus.

“Saya dari Aceh, dan mengambil sabu-sabu itu dari ‘AM’ (DPO) yang tinggal di Medan. Lalu, sabu-sabu tersebut saya antarkan kepada Agus di Palembang,” ujarnya.

Irsanpun menambahkan, untuk satu kali mengirimkan sabu-sabu tersebut, ia diberikan upah sebesar Rp 5 juta yang akan digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Baru sekali inilah saya mengantarkan sabu-sabu itu,” tutupnya. (den)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

2 Begal Todong 2 Gadis ABG di Pangkalan Lampam OKI dengan Parang

Kayuagung, KoranSN Dua pelaku begal menggunakan senjata tajam jenis parang menodong dua gadis masih ABG …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.